Minggu, 7 November 2010 21:49 WIB Sragen Share :

Talud ambrol, warga desak perbaikan

Sragen (Espos)--Talud sepanjang lebih dari 10 meter di perbatasan Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong dan Desa Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh ambrol sejak setahun lalu. Kini tepi jalan antarkecamatan tersebut mulai tergerus.

Kondisi itu membuat warga dan pemerintah desa setempat khawatir. Mereka berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen segera memperbaiki talut, sebelum jalan habis tergerus. Kepala Desa (Kades) Brangkal, Ondel Sumarno, kepada <I>Espos<I>, Minggu (7/11),
mengungkapkan kerusakan talud sepanjang 10 meter lebih dan tinggi sekitar 1,5 meter itu terjadi pada musim hujan setahun silam. Setiap kali turun hujan, daerah perbatasan dua desa itu memang selalu menjadi tujuan air. Lantaran limpahan air dari dua arah itulah, talud akhirnya ambrol.

Sumarno mengaku telah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan talud, namun hingga kini usulan itu belum ditanggapi. “Sudah kami usulkan beberapa kali, tapi belum ditanggapi. Tidak tahu mengapa. Padahal, sekarang pinggir jalan mulai longsor. Jalan ini menghubungkan dua kecamatan, jadi seharusnya memang diperhatikan,” papar dia.

Pantauan Espos, di lokasi, bangunan talud berupa batu kali yang dibalut semen tampak tertutup tanaman yang rimbun di sekitar lokasi. Talud sepanjang 10 meter itu pecah menjadi beberapa bagian. Di dekat talud, mengalir sebuah sungai. Menurut warga setempat, Tumino, air yang mengalir di sungai itu turut menyumbang terjadinya longsor lebih lanjut. Dia yang tinggal persis di depan talud ambrol berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen segera meninjau lokasi dan memperbaiki talud. “Jangan sampai tambah parah, jalan ini lama-lama bisa putus,” tandasnya.

Ditambahkan, Bayan setempat, Partono, untuk mencegah longsor lebih jauh, masyarakat setempat menanam sejumlah tanaman di lokasi ambrolnya talut. Namun, dia mengakui upaya itu tidak optimal. Apalagi, tahun ini hujan deras sering terjadi, sehingga tanah justru semakin labil dan mudah mengalami kelongsoran.

Tak hanya talud, jembatan di sebelah talud ambrol tersebut juga terancam rusak. Pasalnya, saat ini tanah di bawah kaki jembatan sedikit demi sedikit tergerus air sungai. Bahkan, sebagian kecil kaki jembatan telah menggantung. “Ini kalau tidak diatasi bisa tambah parah,” pungkas Partono.


tsa

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…