Minggu, 7 November 2010 22:25 WIB Sukoharjo Share :

Satu Balita pengungsi Merapi di Sukoharjo dirujuk ke RSUD

Sukoharjo (Espos)--Korban letusan gunung Merapi yang mengungsi ke daerah Sukoharjo bertambah 26 jiwa, Minggu (7/11). Salah seorang bocah berusia 11 bulan yang turut mengungsi dirujuk ke RUSD Sukoharjo lantaran diketahui menderita ISPA.

Sejumlah korban itu mengungsi ke rumah Parji, warga Banjaran RT 4/RW VII, Toriyo, Bendosari. Puluhan pengungsi itu berasal dari Mudal RT 4/RW XXXXIV, Mulyo, Cangkringan, Sleman. Informasi itu disampaikan oleh Kabag Humas Setda Pemkab Sukoharjo, Uyun Hermawati kepada Espos, Minggu siang.

”Pengungsi bertambah, laporan resminya baru diproses oleh Camat Bendosari,” terangnya.

Uyun mengatakan seorang bocah yang diketahui menderita penyakit ISPA itu sudah direkomendasikan untuk mendapat dispensasi dari pihak rumah sakit. ”Kami sudah membertahukan ke pihak rumah sakit, syukur-syukur nanti bisa digratiskan biayanya,” tambahnya.

Datangnya puluhan warga Sleman itu menambah daftar pengungsi korban merapi yang masuk ke Sukoharjo. Pada Jumat (5/11) lalu, 31 warga Bubahan, Cepogo, Boyolali, diketahui mengungsi ke salah satu rumah warga Bayam, Sukoharjo.

Terpisah, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menyatakan sejauh ini pengungsi diketahui masih kerabat warga yang menampung mereka di Sukoharjo. Dia menilai hal pengungsi kategori tersebut lebih terjamin mendapatkan kelayakan di tempat pengungsian.

”Pengungsian seperti itu malah lebih baik karena MCK-nya terjamin. Berbeda dengan tempat pengungsian yang menampung banyak orang, kebutuhan MCK-nya justru riskan,” katanya saat ditemui, Minggu siang.

Meski demikian, Wardoyo mengaku akan terus memberi perhatian terhadap para pengungsi itu. Bupati dan SKPD terkait akan membicarakan perhatian tersebut, Senin (8/11). ”Kami sudah kirimkan bantuan meski soal berapa dana yang dialokasikan tidak bisa kami sebut karena tak etis. Besok, kami akan bicarakan itu kembali,” lanjutnya.

Wardoyo menjamin sirkulasi pengungsi ke Sukoharjo terpantau oleh pihaknya. Dia menegaskan belum ada laporan mengenai tambahan pengungsi dari beberapa wilayah Sukoharjo yang bersinggungan langsung dengan wilayah yang terkena dampak langsung letusan Merapi.

Ditanya Espos mengenai antisipasi perluasan tujuan pengungsi, Wardoyo menjawab, pihaknya siap berpartisipasi jika beberapa daerah tekait sudah tidak mampu menampung pengungsi.

”Sebagai tetangga kami siap berpartisipasi saja karena ini masalah kemanusiaan. Saya juga mengimbau kepada warga Sukoharjo untuk turut turun berpartisipasi membantu korban Merapi,”.

m85

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…