Minggu, 7 November 2010 12:37 WIB News Share :

Muncul awan panas, tim evakuasi berlarian menyelamatkan diri

Sleman – Tim evakuasi SAR gabungan yang menemukan tiga jenazah di Dusun Ngancar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, Minggu (7/11) pagi, panik berlarian menyelamatkan diri menyusul informasi munculnya awan panas Merapi.  

Dari tiga jenazah yang ditemukan itu, tim SAR baru bisa mengevakuasi satu jenazah yang dibawa ke Desa Kepurun, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah. Dusun tersebut berdekatan dengan perbatasan antara Sleman dan Klaten. Dua jenazah yang ditemukan rusak belum bisa dievakuasi karena suasana dusun yang rusak berat dan medan tempuh sangat sulit karena pohon-pohon bertumbangan.

“Merapi masih mengeluarkan suara gemuruh, tim memutuskan untuk mundur dulu. Evakuasi masih kesulitan mencari korban karena material vulkanik masih panas,” kata seorang relawan Lingkar Merapi Feri Herdiyanto.

Tiga jenazah korban amukan awan panas Merapi itu ditemukan oleh tim SAR gabungan pada  pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB. Abu dan material vulkanik yang menerjang dusun tersebut masih panas dan mencapai ketebalan hingga satu meter. Tempointeraktif.com

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…