Minggu, 7 November 2010 21:17 WIB News Share :

Menkominfo imbau pemilik TV & KPI kontrol berita Merapi yang meresahkan

Samarinda — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menerima keluhan berbagai pihak tentang pemberitaan stasiun televisi terkait berita bencana Gunung Merapi. Protes yang dilayangkan masyarakat yaitu pemberitaan musibah letusan Gunung Merapi membuat malah masyarakat menjadi resah.

“Berita-berita banyak yang diprotes masyarakat,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring kepada detikcom ketika meresmikan stasiun transmisi TVRI di Jalan Ery Suparjan, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu, (7/11).

Tifatul mengatakan,protes-protes yang dilayangkan masyarakat, khususnya terkait pemberitaan musibah letusan Gunung Merapi yang ditampilkan lembaga penyiaran televisi swasta. Protes tersebut banyak yang menilai pemberitaan Merapi membuat masyarakat menjadi resah.

“Saya ditanya,kok berita-berita tentang Merapi bikin resah,bikin orang ketakutan,” ujar Tifatul.

Selain membuat resah dan ketakutan, sambung Tifatul,protes lainnya justru menilai pemberitaan tidak menenangkan. “Justru membuat orang jadi ketakutan dan tidak memberikan jalan keluar,” tambah Tifatul.

Terkait protes tersebut, Tifatul mengharapkan seluruh lembaga penyiaran swasta beserta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan fungsi kontrol.

“Saya mengimbau seluruh lembaga penyiaran swasta dan KPI untuk melakukan kontrol terhadap konten siaran-siaran lembaga televisi swasta,” jelas Tifatul.

Seperti diketahui, jaringan relawan di Yogyakarta melalui perwakilannya Aryo Bilowo, mengirimkan surat terbuka kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Mereka keberatan dengan berita televisi mengenai bencana Gunung Merapi yang dinilai berlebih-lebihan sehingga menambah resah para pengungsi.

Menurut Aryo, banyak kejadian dalam 10 hari letusan Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah yang diberitakan secara tidak sahih oleh televisi. Mereka cenderung mendramatisasi keadaan, sehingga membuat warga semakin panik.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…