Minggu, 7 November 2010 23:08 WIB Sport Share :

Dua penalti menangkan Roma

Roma – AS Roma berhasil memenangi Derby della Capitale jilid pertama Seri A musim ini usai mengalahkan Lazio 2-0. Seluruh gol Il Lupi dikemas lewat titik putih.

Roma menundukkan tuan rumah Lazio dalam laga yang digelar di Olimpico, Minggu (7/11/2010) malam WIB. Seluruh gol lahir di babak kedua.

Roma mengawali kemenangan lewat penalti Marco Borriello. Tendangan 12 pas Mirko Vucinic di menit akhir pertandingan menggenapi kemenangan Giallorossi.

Tambahan tiga poin membawa AS Roma ke posisi ketujuh klasemen sementara dengan nilai 15.

Sementara Lazio meski kalah posisinya di puncak klasemen tidak terusik. Fernando Muslera dkk. saat ini mengoleksi poin 22 dari 10 partai.

Jalannya Pertandingan

Dalam derby kali ini, Roma tampil tanpa sang maskot Francesco Totti karena suspensi.

Lazio mengancam di menit ke-19, umpan silang dari Stefano Mauri gagal dimaksimalkan oleh Tomasso Rocchi. Tiga menit berselang Lazio kembali punya kesempatan. Namun tendangan Hernanes usai menyambut umpan Stefan Radu masih melambung dari sasaran.

Selanjutnya giliran Roma yang pegang kendali. Pasukan Claudio Ranieri melancarkan serbuan dari luar kotak penalti. Namun usaha yang dilakukan John Arne Riise, Marco Borriello, Fabio Simplicio, dan Simone Perotta masih belum membuahkan skor.

Tiga menit menuju jeda, Il Lupi sempat mencetak gol namun tidak disahkan wasit. Tendangan Marco Borriello selanjutnya diteruskan oleh Leandro Greco untuk menjebol gawang Fernando Muslera. Namun wasit menganulir gol tersebut karena Borriello dinilai off-side.

Setelahnya Lazio balik mengancam. Hernanes berhasil menaklukkan penjagaan yang dilakukan Daniele De Rossi. Namun eksekusi yang dilepas pemain Brasil itu masih melenceng dari sasaran.

Roma membuka skor enam menit selepas restart melalui penalti Marco Borriello. Sepakan 12 pas diberikan setelah sebelumnya wasit memvonis Stephan Lichsteiner handsball di kotak terlarang.

Muslera sebenarnya bisa menebak arah sepakan Borriello. Namun bola meluncur melewati badan kiper asal Uruguay itu dan melintasi garis gawang Lazio.

Situasi ketinggalan membuat Biancocelesti mencoba bangkit dengan dimotori Stefano Mauri dan Sergio Floccari. Menit ke-57, umpan tumit Mauri disambar oleh Hernanes namun usaha tim asuhan Edoardo Reja itu masih gagal menghadirkan skor.

Hernanes kembali memiliki kans di menit ke-64. Memanfaatkan umpan Stefano Mauri, eks Sao Paulo itu melepas eksekusi yang masih bisa dikandaskan oleh kiper Roma Julio Sergio.

Sepuluh menit menuju bubaran, peluang Lazio kembali mentah. Kali ini sepakan Fabio Simplicio membentur mistar gawang.

Setelahnya pemain Lazio melancarkan protes meminta penalti usai Mauri mengklaim dilanggar Riise. Namun keberatan tersebut tidak digubris wasit dan justru Pasquale Foggia menerima kartu kuning.

Menit ke-83, gawang kembali menggagalkan usaha “Elang Ibukota”. Tembakan Foggia yang melanjutkan bola sodoran Floccari masih membentur tiang gawang.

Roma kembali mendapatkan penalti tiga menit menuju peluit panjang. Kali ini akibat pelanggaran yang dilakukan Dias terhadap pemain pengganti Julio Baptista. Keputusan wasit sempat mendapat protes karena diambil ketika ada dua pemain Lazio yang mengalami cedera dan masih berada di lapangan.

Mirko Vucinic sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo dan membawa tim asuhan Claudio Ranieri unggul 2-0.

Susunan Pemain

Lazio: Muslera; Dias, Stendardo (Diakite 89′), Ledesma, Radu, Lichtsteiner, Hernanes (Foggia 72′), Mauri, Brocchi, Rocchi (Zarate 46′), Floccari

AS Roma: Julio Sergio; Burdisso, Mexes, De Rossi, Riise, Cassetti, Menez (Greco 40′), Perrotta (Brighi 79′), Simplicio, Borriello (Baptista 85′), Vucinic


dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…