Sabtu, 6 November 2010 19:06 WIB News Share :

SBY minta pejabat fokus tangani Merapi

Jogja--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar semua pihak fokus pada tugas masing-masing dalam penanggulangan bencana Merapi.

SBY pun memerintahkan agar para pejabat lebih sering berada di lapangan daripada sering-sering menemui dirinya.

“Jangan sering bertemu saya kalau bertugas, tapi banyaklah bertugas di lapangan. Saya bisa mandiri bersama tim saya dan semua harus fokus pada tugasnya,” ujar SBY dalam pembukaan rapat kabinet terbatas dengan agenda mendengarkan laporan dari BNPB atas pelaksanaan kegiatan tanggap darurat, di Gedung Agung, Jl Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (6/11).

Menurut SBY, semua pihak harus bekerja keras menangani bencana ini. Jangan hanya sibuk memberikan usul, kritik atau sibuk menggelar talkshow.

“Itu tidak akan menyelesaikan masalah jika semua tidak berkontribusi. Oleh karena itu jajaran BNPB, Pemda, Gubernur, Bupati, Walikota dan semua pihak harus menjalankan tugasnya sekuat tenaga,” tegasnya.

Menurut SBY, dirinya memilih untuk berada di Yogyakarta untuk menangani hal ini. Selain agar memangkas jalur birokrasi, SBY pun ingin merasakan langsung penderitaan yang dialami rakyatnya.

“Saya tidak akan menambah instruksi lain kecuali memastikan apa yang telah saya perintahkan sebelumnya. Baik di nasional maupun di daerah apakah sungguh dilaksanakan,” terang dia.

Menurutnya, ada beberapa instruksi yang sudah dilakukan. Ada yang sedang dilakukan dan ada yang masih membutuhkan waktu untuk diselesaikan. SBY mengaku memaklumi kendala di lapangan.

“Saya sungguh mengerti karena begitulah penanganan bencana,” ujar SBY.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…