Sabtu, 6 November 2010 18:37 WIB Klaten Share :

Ribuan pengungsi luar daerah banjiri Klaten

Klaten (Espos)--Membanjirnya jumlah pengungsi di Klaten yang mencapai 56.560 jiwa telah membuat relawan dan satuan pelaksana penanganan bencana (Satlak PB) kewalahan.

Meledaknya jumlah pengungsi yang sebagian berasal dari luar Klaten itu juga membuat warga terpaksa tinggal di teras-teras pengungsian dalam kondisi yang jauh dari kelayakan.

“Kami terus terang kewalahan dengan membludaknya pengungsi yang sungguh tak kami sangka. Mereka banyak yang tak beralas tikar, berpakain seadanya. Bahkan, seringnya hujan juga membuat kedinginan karena banyak yang tak kebagian selimut,” kata Koordinator Posko Induk Pengungsian Klaten, Joko Rukminto kepada Espos, Sabtu (6/11).

Di Pendapa dan Pemkab Klaten misalnya, ribuan pengungsi yang menyesaki area tersebut banyak yang hanya berteduh di tepi emperan dekat saluran air.

Mereka juga beralas tikar seadanya yang sesak. Ketika hujan, mereka harus berjibaku dengan air hujan yang tersapu angin. Banyak pengungsi yang mengaku tak membawa bekal pakaian salinan, tak membawa peralatan mandi, kebutuhan wanita, serta kebutuhan para bayi.

Di satu sisi, tak seimbangnya jumlah pengungsi dengan relawan tersebut juga membuat tenaga di bagian dapur dan pengangkut logistik kewalahan.

Joko menyebutkan, setidaknya di masing-masing posko ada tenaga sekitar 10-15 orang khusus untuk tenaga dapur. Sementara untuk tenaga angkut logistik dibuituhkan sekitar 10-15 orang.

Meski demikian, pihaknya juga akan meminta para pengungsi untuk berperan aktif membantu tim relawan dalam memenuhi kebutuhannya.

“Tenaga dapur tak sebanding dengan membeludaknya pengungsi. Kalau bisa mbok ya mereka (pengungsi-red) ikut membantu,” imbuhnya.

asa

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…