Sabtu, 6 November 2010 21:58 WIB News Share :

Presiden
Tim penanggulangan bencana harus fokus

Jogja--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa banyaknya kritik mengenai penanganan bencana di tanah air barangkali memang diperlukan, tetapi jika tidak dibarengi dengan kontribusi kritik tidak akan menyelesaikan masalah.

“Oleh karena itu, jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah hingga tingkat bawah, TNI dan Polri, semua harus fokus dalam pelaksanaan tugas, menjalankan dengan sekuat tenaga, responsif, bertanggung jawab, dan kemudian mencari solusi penyelesaiannya,” kata Presiden dalam rapat kabinet terbatas di Gedung Agung Jogja, Sabtu (6/11).

Dalam rapat membahas tanggap darurat penanggulangan bencana diantaranya letusan Gunung Merapi itu, lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah menugaskan kepada BNPB untuk mengendalikan operasi tanggap darurat, serta meminta Menko Kesra sebagai koodinator agar bantuan dapat disalurkan.

“Saya berharap fungsi ini berjalan dengan baik. Saya di sini untuk memberikan bantuan moril dan ikut merasakan apa yang dialami rakyat di Jawa Tengah dan DIY, serta melihat langsung situasi di lapangan. Manakala saya harus mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, itu kita lakukan untuk memperpendek birokrasi dan laporan. Sebab, sering pengambilan keputusan di lapangan sangat diperlukan dalam keadaan darurat,” terangnya.

Presiden Yudhoyono juga meminta kepada pejabat agar fokus dalam tugas di lapangan.

“Jangan sering bertemu saya kalau sedang bertugas, tetapi sering turun ke lapangan untuk bertemu rakyat. Saya sudah mandiri dengan tim, tidak perlu layanan apa pun,” lanjutnya.

Ia menuturkan keputusan dan instruksi mengenai penanggulangan bencana Merapi sudah dikeluarkan pada Jumat lalu sehingga tidak akan memberi instruksi lain, kecuali ingin memastikan bahwa apa yang telah diperintahkan, baik di tingkat nasional maupu daerah, benar-benar dilaksanakan.

“Sejak tadi malam saya mendarat di Semarang dan bermalam di Magelang. Kami konsolidasi dan memantau perkembangan situasi dan mendapatkan laporan tentang perkembangan dari kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta pejabat pada Sabtu pagi di Magelang,” tambahnya.

Kemudian, imbuh Presiden, ia dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta melalui Purworejo.

“Apa yang saya dengar dan saya saksikan langsung menunjukkan bahwa instruksi saya kemarin sebagian telah dilaksanakan, sebagian sedang dilaksanakan dan sebagian lagi tampaknya memerlukan waktu untuk penyelesaiannya,” ucap dia.

Presiden mengerti bahwa dalam keadaan krisis dan situasi darurat, memang persoalan sering amat rumit, kompleks, penuh dinamika, sehingga solusi dan penyelesaiannya tidak sekali jadi.

“Saya sungguh mengerti, karena begitulah menangani bencana dan tanggap darurat, baik yang dilaksanakan di negeri ini dari tahun ke tahun, maupun di negara lain ketika menghadapi kejadian serupa,” pungkasnya.

Menurut Presiden Yudhoyono, yang penting semua pihak baik pejabat pusat dan daerah benar-benar bertanggung jawab menjalankan tugas turun ke lapangan, responsif, dan mencari solusinya.

Rapat kabinet terbatas ini diikuti seluruh menteri yang terkait dengan penanggulangan bencana, serta menteri koordinator yakni Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polkam Joko Suyanto, dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa.

ant/nad

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…