Sabtu, 6 November 2010 16:07 WIB News Share :

MUI roadshow enam kota perangi terorisme

Jakarta–Masalah terorisme di Indonesia belum tuntas hingga ke akarnya. Untuk itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan kunjungan ke enam kota untuk meningkatkan peran ulama dalam mewujudkan pemahaman agama yang benar.

“Teroris itu selain dengan pendekatan keamanan tapi juga soal distorsi pemahaman. Dan itu kompetensi dari ulama,” ujar Ketua Tim Penanggulan Terorisme MUI, Ma’aruf Amin dalam dalam diskusi halaqah penanggulangan terorisme di Gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta, Sabtu (6/11).

Ma’aruf mengatakan salah satu akar lahirnya terorisme dan radikalisme karena adanya pemahaman yang salah tentang teks dasar Islam, yaitu Alquran dan Hadits.

Teks Islam dipahami secara serampangan, sehingga memunculkan perilaku yang salah dan jauh dari nilai Islam.

“Cara memahami teks yang salah, bisa jadi kemudian memunculkan kesalahpahaman terhadap nilai Islam,” paparnya.

Kunjungan enam kota itu diantaranya adalah Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Palu, dan Medan. Tujuannya meluruskan pandangan umat Islam mengenai jihad.

“Radikalisme muncul karena momentum. Jadi ada momentum yang memunculkan atau memicu radikalisme tersebut,” imbuhnya.

Menurut Ma’aruf, tujuan lain dari kunjungan tersebut adalah mengajak para ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan berbagai elemen umat Islam.

“Melakukan deradikalisasi terhadap umat yang telah memilki pemahaman yang keliru, kemudian diarahkan kepada ajaran Islam yang benar,” jelas Ma’aruf.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…