Sabtu, 6 November 2010 15:44 WIB News Share :

Menko Kesra
Sapi korban Merapi yang mati akan diganti...

Yogyakarta–Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pemerintah akan berupaya mengganti ternak sapi milik warga yang menjadi korban bencana letusan Gunung Merapi.

“Mengenai prosedur, mekanisme dan besaran penggantian ternak sapi mati masih dalam pembahasan dan masih akan ditentukan indeksnya. Namun, pemerintah berupaya memberikan ganti rugi sapi yang mati dan tidak hanya sapi yang hidup,” kata Agung Laksono di Yogyakarta, Sabtu (6/11).

Di sela-sela mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta, Agung mengatakan, semua sapi hidup milik warga yang ditinggal mengungsi akan dibeli oleh pemerintah dan untuk kepentingan itu disediakan dana Rp 100 miliar.

Menteri Pertanian dan para Kepala Dinas Peternakan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah serta empat kabupaten, yaitu Magelang, Sleman, Klaten dan Boyolali mengadakan rapat koordinasi mempersiapkan pembelian sapi hidup di wilayah rawan bencana Merapi.

“Jadi, sapi yang dibeli pemerintah adalah yang masuk wilayah bencana Gunung Merapi yang ditinggal mengungsi pemiliknya. Untuk pembelian sapi tersebut perlu prosedur dan akuntabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menurut Agung, pembelian ternak sapi merupakan salah satu upaya agar warga pemilik sapi tidak kembali ke daerah bahaya Merapi hanya untuk mengurusi ternaknya yang ditinggal mengungsi. Dengan demikian pemilik ternak tersebut bisa lebih tenang berada di tempat pengungsian dan tidak bolak-balik ke rumahnya hanya untuk mengurus ternak. “Sapi akan dibeli dengan harga yang berlaku umum saat ini dan ada standarnya agar tidak merugikan pemilik sapi,” kata Agung Laksono.Ant

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…