Sabtu, 6 November 2010 18:01 WIB Boyolali Share :

Hujan abu terjang Boyolali

Boyolali (Espos)--Hujan abu bercampur pasir mengguyur kawasan Kota Boyolali dan sekitarnya, Sabtu (6/11).

Akibatnya, jarak pandang terbatas dan hanya sekitar 10 meter. Para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas.

Dari pantauan Espos, Sabtu, hujan abu itu terjadi sejak dinihari hingga siang hari. Abu vulkanik itu membuat para warga harus mengenakan masker dan penutup mata agar terhindar dari debu.

Selain itu, beberapa toko di pusat kota Boyolali memilih untuk tutup, karena debu yang sangat tebal. Hujan abu itu berhenti, setelah sekitar pukul 12.30 WIB setelah kawasan Kota Boyolali diguyur hujan deras.

Sementara, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla mengingatkan agar para personel PMI untuk bekerja optimal memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Berapapun jumlah pengungsi, jelas Kalla, agar diterima dan dicarikan tempat untuk menginap sementara. Selain itu, bantuan logistic, terutama makanan harus mendapat prioritas.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu secara maksimal kepada pengungsi,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela peninjauan para pengungsi di GOR Boyolali, Sabtu.

Menurut Kalla, dari pemantauan yang dilakukannya, penanganan pengungsi di Boyolali sudah cukup baik.

“Kalau ada kekurangan itu bisa dimaklumi, karena jumlah pengungsi mencapai puluhan ribu orang. Yang jelas PMI dan instansi terkait serta relawan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para pengungsi,” papar dia.

Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro kembali mengingatkan kepada masyarakat di tiga wilayah Kecamatan yakni Selo, Cepogo dan Musuk untuk segera mengungsi ke daerah yang aman.

“Meski ada radius aman 20 km, tetapi kami tidak menggunakan patokan itu. Yang jelas kami mengimbau warga untuk tetap mengungsi ke tempat yang aman,” ujarnya di Pemkab.

fid

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…