Sabtu, 6 November 2010 21:17 WIB News Share :

DPR bentuk tim pemantau tanggap Merapi

Magelang--Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan membentuk tim pemantau untuk mengawasi pelaksanaan tanggap darurat bencana Gunung Merapi.

Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kardir Karding, di Magelang, Sabtu (6/11), mengatakan, tim akan bertugas memantau dan memastikan tanggap darurat terlaksana dengan baik.

Saat mengunjungi pengungsian di Darul Arqam Muntilan, Kabupaten Magelang, bersama dua anggota Komisi VIII Nia Amania dan M Oheo Sinapoy, Abdul Kadir menyampaikan tim itu akan bertugas memantau dan memastikan tanggap darurat terlaksana dengan baik.

“Selain itu memastikan para pengungsi dan korban bencana khususnya Merapi mendapat pelayanan dengan baik,” imbuhnya.

Menurut dia, tim tersebut baru akan efektif setelah rakor dengan Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB) dan beberapa Kementerian Senin (8/11).

“Tim dibagi dalam tiga Posko, yakni di Sleman, Magelang, dan Klaten, dengan koordinator tim saya di Magelang,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, ketiga wakil rakyat tersebut menemukan sebanyak 370 pengungsi dari Desa Banyudono, Dukun dan Ngadipuro di Kecamatan Dukun selama tiga hari belum mendapatkan logistik dari pemkab setempat.

Untuk keperluan makan dan minum, selama ini pengungsi hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar.

“Kami belum menerima logistik, karena belum terdata. Kami dianggap pengungsi liar. Padahal, kami benar-benar mengungsi,” ucap seorang pengungsi Widoyo.

Mengetahui hal tersebut, dia menyatakan seharusnya prosedur dan birokrasi, dikesampingkan dulu.

“Namun, kami memahami sikap kehati-hatian pemerintah. Hanya saja, untuk masalah ini tolong dibedakan,” tambahnya.

Dia berjanji akan segera membantu mengatasi masalah itu.

ant/nad

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…