Sabtu, 6 November 2010 09:49 WIB News Share :

Demi keamanan, polisi larang warga naik ke Merapi

Sleman–“Di atas masih berbahaya!” teriak para petugas di Jl Kaliurang Km 14. Warga masih dilarang naik ke arah gunung Merapi sejak letusan terakhir.

Pantauan di lokasi, Sabtu (6/11), petugas dari kepolisian, Kementerian Perhubungan, tim SAR, dan Tagana masih berjaga sambil menutup jalan. Mereka melarang siapa pun melintas, demi keamanan.

“Di atas masih berbahaya, harap tidak naik, sudah banyak warga yang menjadi korban. Jangan sampai anda menjadi korban, kasihan keluarga Anda,” teriak para petugas lewat pengeras suara.

Barikade tersebut menggunakan satu truk brimob dan polisi. Sementara untuk arah sebaliknya masih dibuka bagi warga yang hendak turun ke pengungsian.

Cuaca di lokasi pagi ini cukup cerah. Sementara Jl Kaliurang masih tertutupi debu vulkanik. Gunung Merapi tidak terlihat dari lokasi karena masih tertutupi awan putih.

Sejak dinihari tadi, sedikitnya terjadi dua kali letusan. Pertama, awan panas dimuntahkan sekitar pukul 02.30 WIB. Lava pijar meluncur ke sisi barat menuju Kali Kuning, Kali Gendol dan sebagian ke Kali Woro.

Lalu, pukul 07.00 WIB suara gemuruh dan semburan awan panas kembali terlihat dari Gunung Merapi. Hal ini membuat ratusan warga Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, yang sempat menengok rumah masing-masing, diminta turun ke pengungsian.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…