Sabtu, 6 November 2010 17:49 WIB Sragen Share :

Bupati lepas relawan Merapi

Sragen (Espos)--Bupati Sragen Untung Wiyono memberangkatkan 90 orang relawan pegawai negeri sipil (PNS) dari Dinas Sosial (Dinsos), Badan Kesbangpolinmas, Dinas Kesehatan (Dinkes), Bagian Humas dan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) di depan Rumah Dinas Bupati Sragen, Sabtu (6/11).

Bupati memberikan pengarahan kepada puluhan relawan agar tetap menjaga kesehatan masing-masing dan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu para korban bencana Gunung Merapi.

Bupati juga turut serta mengikuti ke lokasi bencana Merapi, yakni di Kabupaten Boyolali, Klaten dan Magelang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Sragen, Wangsit Sungkono saat ditemui wartawan, mengatakan, 90 orang relawan itu terdiri dari dokter dan tenaga medis sebanyak 30 orang, personel Tagana 30 orang, relawan PNS 30 orang.

Menurut Wangsit yang juga Koordinator Lapangan (Korlap) bantuan Merapi, mereka membawa enam buah tenda untuk dapur umum, 1,5 ton beras dan sejumlah kebutuhan Sembako lainnya.

“Masing-masing wilayah ada Korlapnya masing-masing. Khusus di Kabupaten Klaten dipimpin Asisten III, wilayah Boyolali dipimpin Kepala Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah-red) dan di wilayah Magelang dipimpin Asisten I. Kami sudah berkoordinasi dengan tim penanganan bencana di masing-masing wilayah,” tegasnya.

trh

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…