Sabtu, 6 November 2010 15:28 WIB News Share :

Anggota polisi meninggal terkena awan panas

Jogja–Seorang anggota polisi Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia akibat letusan awan panas Gunung Merapi pada Jumat (5/11) dini hari.

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Humas Rumah Sakit (RS) Sardjito Jogja Trisno Heru Nugroho, Sabtu (6/11), polisi yang menjadi korban letusan awan panas vulkanik Gunung Merapi adalah Brigadir Dua (Bripda) Ruslani yang tercatat sebagai anggota Unit Reskrim Polsek Cangkringan, Kabupaten Sleman.

“Korban berhasil diidentifikasi karena jari tangan masih lengkap, membawa kartu identitas, termasuk telepon genggam korban yang masih utuh. Korban merupakan satu dari 11 jenazah  korban letusan awan panas vulkanik Gunung Merapi yang berhasil diidentifikasi. Jumlah total meninggal dunia 81 orang,” katanya.

Saat kejadian, semua anggota polsek dikerahkan untuk membantu pengevakuasian warga, termasuk Ruslani . Namun, karena anak dan istrinya masih berada di Dusun Bronggang, Kelurahan Argomolyo, Kecamatan Cangkringan, maka Ruslani langsung menuju ke dusun untuk mengevakuasi keluarganya.

Dusun Bronggang merupakan lokasi terparah terkena dampak letusan awan panas vulkanik yang dimuntahkan gunung yang letaknya di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Korban meninggal dunia akibat letusan awan panas vulkanik Gunung Merapi hingga Sabtu, pukul 11.55 WIB, yang berada di instalasi Forensik Rumah Sakit Sardjito Jogja bertambah lima orang sehingga menjadi 81 orang.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RS Sardjito Yogyakarta Trisno Heru Nugroho mengatakan RS Sardjito Yogyakarta hingga kini merawat sebanyak 104 korban dari sebelumnya 111 korban luka bakar letusan awan panas vulkanik Gunung Merapi karena tujuh orang sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

ant/rif

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….