Sabtu, 6 November 2010 18:31 WIB News Share :

66 Korban luka di RS Sardjito bisa pulang

Jogja–Rumah Sakit (RS) Sardjito Jogja merawat seratusan korban luka-luka akibat letusan Gunung Merapi. Dari total 128 korban luka yang dirawat, sebanyak 66 orang telah diperbolehkan pulang.

“RS Sardjito mendapat kiriman korban baru plus luka ringan sebanyak 128 orang. Yang sudah diizinkan pulang sebanyak 66 orang. Sisanya sebanyak 62 orang masih dirawat,” ujar Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho seperti dilansir detikcom di RS Sardjito, Sabtu (6/11).

Namun demikian, hanya sekitar 11 orang korban yang diketahui identitasnya. Korban tersebut terdiri atas 9 korban luka bakar dewasa dan 3 korban luka bakar anak-anak.

Bagi korban luka bakar dewasa, rinciannya sebagai berikut:
1. Bilal, 52
2. Sudarjo, 61
3. Rahmat, 25
4. Kadafi, 21
5. Sri Lestari, 42
6. Endah Tri Utami
7. Sudikaryo, 37
8. Supartinem, 55
9. Moh Ikron

Sedangkan korban luka bakar anak-anak, yakni:
1. Wanda Novita Putri, 7
2. Fega, 12
3. Mr X

Sementara itu, total jenazah yang berada di ruang forensik RS Sardjito juga berkurang. Data terakhir pada pukul 11.00 WIB tadi menyebutkan korban tewas sebanyak 81 orang.

Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 11 jenazah yang berhasil diidentifikasi. Saat ini, 5 jenazah diantaranya telah diambil keluarga masing-masing. Jenazah terakhir diambil pukul 16.00 WIB.

Berikut data 5 jenazah yang sudah diambil keluarganya:
1. Rufani, 29, asal Argomulyo
2. Ponco Kardi, 59, asal Argomulyo
3. Edi Hantoro, 28, asal Argomulyo
4. Yeni Fatimah Ekasari, 20, asal Argomulyo
5. Asrory, 28, asal Kebumen

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…