Jumat, 5 November 2010 06:15 WIB News Share :

Tujuh orang warga bertahan di lereng Merapi

Jakarta – Sebanyak tujuh orang warga saat ini masih bertahan di lereng Gunung Merapi di daerah Boyolali. Mereka enggan mengungsi karena merasa aman terlindung oleh pohon ‘dewa’.

“Tujuh orang tersebut berasal dari dusun Tabelan, kelurahan Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Dusun tersebut hanya berjarak 4 Km dari puncak Merapi,” ujar salah seorang warga Magelang yang ikut dalam tim evakuasi warga lereng Merapi di wilayah tersebut, Fany, kepada detikcom, Jumat (5/11).

Dusun mereka tentu saja sangat rawan terkena hembusan awan panas Merapi. Zona bahaya Merapi saat ini diperluas menjadi 20 Km. Namun demikian mereka masih aman karena arah awan panas Merapi tidak menuju dusun mereka.

Tujuh orang tersebut, memiliki kepercayaan yang bisa dibilang mirip Mbah Maridjan yang telah meninggal dunia. Mereka menebak arah wedhus gembel Merapi ke pohon dadap yang dianggap sebagai pohon dewa.

“Kalau pohon dadap suci tersebut belum doyong, mereka tidak mau pindah,” terang Fany.

Sementara itu tim evakuasi sendiri kesulitan melacak keberadaan orang tersebut. Sebab, jalan menuju dusun tersebut sulit dilalui karena banyak pohon tumbang.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…