Jumat, 5 November 2010 07:57 WIB Klaten Share :

Seorang bayi lolos dari kepungan awan panas

Klaten (Espos)--Seorang bayi dari Desa Plumbon Ngemplak Sleman, Brian Prima selamat dari kepungan abu vulkanik dan kerikil panas, Jumat (5/11) dini hari.

Brian yang belum genap berusia setahun itu berhasil lolos setelah
didekap rapat ibunya, Sri Yamtini, 29, ketika rumahnya terbakar. “Kami langsung kabur setelah melihat atap rumah kami terbakar,” kata Sri kepada Espos di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten, Jumat.

Letusan Merapi yang membakar rumah Sri Yamtini juga membuat Ngadiem,
ibu Sri Yamtini mengalami luka bakar di kakinya. Kisah Brian yang lolos dari kepungan abu dan kerikil panas Merapi sungguh dramatis. Dia yang kala itu tertidur tiba-tiba menangis di tengah malam. Tangisan Brian malam itu membuat Sri Mulyani seperti merasakan firasat buruk. Sebab, selain gemuruh Merapi yang terdengar kian kencang ketika malam semakin larut, hawa panas juga mulai terasa sekali. “Saat itu panas sekali. Anak saya ini langsung menangis keras,” kisah Sri.

Sesaat setelah itu, terdengarlah kabar dari para peronda agar warga
meninggalkan rumah dan menuju pos pengungsian. Namun, nahas benar
nasibnya. Sebab, sebelum Sri dan keluarganya selesai mengemasi
barang-barang, tiba-tiba rumahnya tertimbun abu dan pasir panas hingga terbakar. “Setelah terdengar ledakan keras sekali, tiba-tiba “bluk”, rumah kami langsung keluar asap. Listrik padam. Gelap sekali,” paparnya.

Dalam kegelapan itulah, Sri berusaha sekuat tenaga keluar rumah sambil mendekat erat Brian, bayinya itu. Dia selimuti Brian dengan selimut. “Karena gelap, ibu saya menginjak abu panas dan terluka,” paparnya.

Perjalanan Sri menyusuri abu dan kerikil panas yang berserak di
jalan-jalan akhirnya berakhir setelah turun hujan. Sebuah truk
evakuasi dari keremangan tiba-tiba menghampirinya dan mengangkutnya.

asa

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…