Jumat, 5 November 2010 05:01 WIB News Share :

Seorang anak kecil tewas terbakar awan panas

Sleman — Aktivitas Gunung Merapi yang meningkat sejak kemarin sore kembali memakan korban jiwa. Seorang anak kecil tewas dengan luka bakar. Jenazah anak ini sekarang berada di kamar jenazah RS Sardjito, Yogyakarta.

“Ada seorang anak kecil laki-laki meninggal dengan luka bakar, kira-kira umurnya lima tahun. Tadi baru sampai ke UGD langsung meninggal dunia,” ujar petugas jaga forensik RS Sardjito, Pangadi, Jumat (5/11).

Pangadi menuturkan, Anak tersebut dibawa ke RS Sardjito bersama kedua orang tuanya. Kedua orang tua anak ini sekarang sedang dirawat di UGD RS Sardjito.

“Orang tuanya masih dirawat di UGD,” ujar Pangadi.

Menurut Pangadi, sampai saat ini ada sekitar 20 korban dengan luka bakar dirawat di UGD RS Sardjito. Beberapa diantaranya cukup parah.

“Sekarang ini ada dua puluhan. Ada beberapa yang cukup parah,” papar Pangadi.

Pangadi menuturkan, warga yang menderita luka bakar rata-rata adalah warga di daerah yang berada di zona aman. Namun demikian luncuran awan panas dan lahar merapi, menurut informasi yang diperolehnya, terlalu jauh melebihi zona yang sudah ditetapkan.

“Itu batas bahayanya 15 Km tapi menurut warga semalam sampai 22 Km luncurannya,” jelasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…