Jumat, 5 November 2010 19:14 WIB News Share :

Puluhan warga Cepogo ngungsi ke Sukoharjo

Sukoharjo (Espos)–Sebanyak 31 warga lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali mengungsi ke Kelurahan Gayam RT 1/RW IX , Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.

Puluhan warga Cepogo itu kini menempati rumah salah satu warga bernama Sumadi. Mereka mulai mengungsi ke Sukoharjo sejak Kamis (4/11) malam dan sampai di Sukoharjo sekitar Jumat (5/11) pukul 00.30 WIB dengan mengendarai bus yang dikendari salah satu warga.

Kedatangan warga Cepogo untuk mengungsi ke Sukoharjo dikarenakan kediaman mereka yang berjarak sekitar 15 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi sudah tidak aman dari letusan. Begitu juga dengan tempat-tempat pengungsian di Kecamatan Cepogo yang sudah mulai ditinggalkan pengungsi.

“Saat terjadi letusan tadi malam (Kamis malam-<I>red<I>) warga panik dan berhamburan lari. Kami bingung mau mengungsi kemana lagi, maka saya pinjam bus milik bos saya untuk mengungsi ke Sukoharjo,” jelas Harsono, 34, salah satu warga Cepogo yang ikut mengungsi.

Warga dari berbagai desa di Kecamatan Cepogo itu akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke Sukoharjo, karena salah satu pengungsi, Yulianti asalnya dari Sukoharjo. Yulianti merupakan anak kedua dari Sumadi.

“Karena waktu itu terjadi ledakkan keras, warga yang panik asal naik mobil-mobil yang lewat. Saya yang menyopir mobil menyilahkan warga yang spontan naik ke bus,” jelasnya.

Dari 31 pengungsi tersebut, usianya berbeda-beda dari dua bayi yang masih berumur tiga bulan dan sembilan bulan, anak-anak, hingga warga berusia lanjut yang berusia 66 tahun. Mereka menempati rumah Sumadi yang sederhana. Para pengungsi itu mengaku senang dan nyaman karena sambutan warga setempat atas kedatangannya dianggap luar biasa. “Sambutan warga sini jos,” tukasnya.

Lurah Gayam, Sukamdi menyatakan perwakilan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanpolinmas) Sukoharjo dan Dinas Sosial Sukoharjo sudah sempat menjenguk para pengungsi. Untuk sementara waktu, karena bekal yang mereka terbatas warga Kelurahan Gayam ikut membantu mencukupi kebutuhan logistik para pengungsi.

hkt

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…