Jumat, 5 November 2010 07:25 WIB News Share :

Korban tewas letusan Gunung Merapi menjadi 13 orang

Jakarta–Korban tewas akibat letusan Gunung Merapi terus bertambah. Hingga saat ini RS Sardjito sedang melakukan identifikasi terhadap 13 korban tewas yang semuanya berasal dari dusun Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

“Totalnya sampai dengan pukul 06.30 WIB ada 13 mayat yang sudah dibawa ke RS Sardjito dengan rincian 5 mayat laki-laki, 6 perempuan, dan 2 anak kecil. Semuanya warga desa Argomulyo, Cangkringan,” ujar anggota tim Basarnas, Aan, Jumat (5/11).

Kondisi korban cukup memprihatinkan. Mayotiyas korban terbakar, beberapa kehilangan organ tubuhnya. “Ada beberapa korban kakinya hilang termasuk seorang ibu dan bayi yang sedang menyelamatkan diri menggunakan motor,” ujar Aan.

Sementara itu, petugas PMI yang melakukan evakuasi korban menuturkan awan panas Merapi meloncat. Awan panas menyembur ke langit dan kemudian turun tiba-tiba.

“Karena korbannya melihat ke atas. Arah terbakarnya juga bagian atas saja,” ujar petugas PMI yang tidak mau disebutkan namanya ini.

Kondisi desa Argomulyo sendiri sudah seperti desa Mbah Maridjan, Kinahrejo, sesaat setelah dihembus wedhus gembel. “Kondisi Argomulyo seperti Kinahrejo, semuanya hancur tidak bersisa,” ujar Koordinator Basarnas, Waluyoraharjo.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…