Jumat, 5 November 2010 16:16 WIB News Share :

Korban tewas akibat letusan Merapi jadi 64 orang

Sleman – Korban tewas akibat letusan Gunung Merapi terus bertambah. Hingga pukul 15.00 WIB, korban tewas yang masuk ke ruang forensik RS Sardjito bertambah 6 orang, sehingga kini jumlah korban yang tewas mencapai 64 orang.

Pantauan langsung di RS Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (5/11), jenazah yang tiba dengan mobil ambulans langsung dimasukkan ke ruang forensik. Tim evakuasi yang membawa para jenazah tidak memberikan penjelasan dari mana asal 6 jenazah yang baru saja tiba ini.

Seorang petugas Basarnas, Aan, yang ada di ruang forensik mengatakan, dari 64 korban tewas yang berada sudah tiba di RS Sardjito, baru 5 orang yang berhasil diidentifikasi. Namun, Aan tidak menyebutkan dengan menggunakan tanda pengenal apa hingga akhirnya korban dapat teridentifikasi.

Nama-nama korban tewas yang saat ini sudah teridentifikasi:
1. Yeni (21), perempuan, asal Desa Suruh Bronggang, Argomulyo, merupakan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
2. Wawan, laki-laki, asal Argomulyo.
3. Saif, laki-laki, asal Desa Plembon Sindumartani.
4. Ibu Suroto Parwiro Suharto (65), asal Desa Mbanaran, Cangkringan.
5. Anik (24), asal Plembon Sindumartani.

Meski 5 jenazah ini sudah terindetifikasi, namun belum satu pun pihak keluarga yang datang untuk mengambil jenazah. Sedangkan untuk sisa jenazah lainnya masih terus dilakukan identifikasi.

Sebelumnya, jumlah korban yang kena luka bakar juga terus bertambah. Hingga pukul 14.00 WIB jumlah korban luka bakar bertambah 11 menjadi 77 orang.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…