Jumat, 5 November 2010 16:20 WIB Klaten Share :

Korban Merapi di RSUP Soeradji Klaten capai 68 orang, 1 meninggal

Klaten (Espos)--Jumlah korban akibat letusan Gunung Merapi terus bertambah. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 68 warga yang menjadi korban keganasan Gunung Merapi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Soeradji Tirtonegoro Klaten.  Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya ialah korban luka bakar. Sisanya ialah warga yang terluka karena terjatuh,syok, melahirkan, hingga yang terpendam abu vulkanik.

Kepala Humas RSUP, Petrus Triyoko mengungkapkan, semua pasien yang dilarikan tersebut adalah warga pengungsi. Satu di antaranya ialah tewas sesaat setelah dirujuk ke RSUP Soeradji. Korban yang sempat mengungsi ke Jatinom Klaten tersebut ialah Tukirah, 70, warga Jemowo
Musuk Boyolali.

“Dia meninggal, warga Boyolali yang ikut mengungsi ke
Jatinom,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyediakan 100 bed tambahan selain 50 bed yang tersedia. Pihaknya juga memakai ruangan kosong yang selama ini belum terpakai untuk ruangan rawat pasien korban letusan Merapi.

Data yang dihimpun Espos, sejumlah tim evakuator menemukan ada sejumlah mayat di Desa Balerante Kemalang. Tim medis yang bertugas di posko pengungsian Balaidesa Kepurun Manisrenggo Klaten, Sujarwo
mengaku mendapatkan laporan dari salah satu keluarga korban yang masih tertinggal di Dukuh Banjarsari Balerante Kemalang.

Saat tim evakuator hendak menyisir, katanya, semua kembali sebab dusun tersebut masih mencekam di mana rumah-rumah, ladang, serta ternak terbakar. “Nasib warga bernama Ratmo Sukijo, 80, dipastikan tewas di dalam rumah. Dia sudah diajak keluargnya mengungsi, namun menolaknya,” katanya.

Sementara itu, tim evakuator Desa Balerante, Junaidi juga memngaku menemukan seonggok mayat di Dusun Panggang Balerante Kemalang. Mayat tersebut hingga kini masih belum diidentifikasi karena kondisi yang
tak memungkinkan.

“Kami menemukan dua warga yang tergeletak di Dusun
tersebut. Satunya telah mati. Satunya lagi masih bernafas dan kami bawa ke RSUP Soeradji,” katanya kepada Espos di RSUP Soeradji.

Dia memastikan, jumlah warga yang tewas di Balerante masih akan terus bertambah. Sebab, hingga ini pihaknya belum bisa menembus daerah tersebut karena suasannya yang mencekam.

“Korban yang mati kami evakuasi ke posko Bawukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Balerante Sukono belum berani memastikan jumlah korban. Sebab, imbuhnya, kondisi Desa Balerante terutama di ujung utara sangat mencekam dengan kondisi ternak yang meti terpanggang.

“Saat ini, data resmi kami baru seorang warga kami yang ditemukan mati,” terangnya.

asa

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…