Jumat, 5 November 2010 19:42 WIB News Share :

Kemendiknas didesak dirikan sekolah darurat di daerah bencana

Jakarta--Akibat bencana dahsyat yang melanda Tanah Air, mulai dari Merapi hingga Mentawai, banyak bangunan sekolah yang rusak, buku maupun sarana belajar lainnya juga hancur.

Banyak anak-anak ikut mengungsi dan kegiatan sekolah mereka pun terhenti.

Melihat situasi seperti ini, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) didesak untuk segera mendirikan sekolah darurat bagi anak-anak yang berada di pengungsian.

Pendirian sekolah darurat bisa dilakukan di tenda khusus yang berada dekat dengan lokasi pengungsian warga.

“Seringkali ketika terjadi bencana, banyak bangunan sekolah yang tidak bisa dipakai untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar-red), di tenda-tenda pengungsian pun sulit untuk dilakukan, sehingga proses belajar mengajar terhenti. Oleh karena itu, pemerintah harus secepatnya melakukan pengadaan tenda sekolah darurat agar hak pendidikan anak-anak sekolah tidak terbengkalai,” ujar anggota Komisi X DPR RI, Rohmani seperti dilansir detikcom, Jumat (5/11).

Rohmani mencontohkan, lambannya antisipasi pemerintah terhadap hal ini terlihat ketika terjadi bencana di Wasior, Mentawai dan Merapi.

Ribuan siswa tidak bisa melakukan proses belajar, karena tidak adanya tempat layak yang bisa digunakan untuk melakukan KBM.

Dia menambahkan, saat ini setidaknya ada 22 gunung di Indonesia yang aktivitasnya terpantau meningkat. Dari jumlah tersebut, 19 gunung di antaranya berstatus ‘waspada’.

Dengan kondisi seperti ini, seharusnya pemerintah lebih tanggap dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Selain itu, Rohmani berpendapat, sudah seharusnya dalam APBN 2011 dianggarkan dana tanggap darurat pendidikan. Dengan demikian, pemerintah tak akan bisa lagi beralasan tidak adanya dana untuk melakukan program-program bidang pendidikan di lokasi bencana.

“Saya lihat belum ada di APBN 2011 anggaran untuk tanggap darurat pendidikan, saya pikir hal ini diperlukan agar program pendidikan tidak terganggu,” tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…