Jumat, 5 November 2010 19:55 WIB Boyolali Share :

Jumlah pengungsi di Boyolali masih simpang siur

Boyolali (Espos)–Jumlah data pengungsi yang berada di sejumlah pengungsian di wilayah Boyolali hingga saat ini masih simpang siur. Dari data yang dihimpun <I>Espos<I>, Jumat (5/11), data di Posko PMI Cabang Boyolali jumlah pengungsi di 14 titik pengungsian di Kota Boyolali mencapai sekitar 10.000 orang pengungsi.

Sementara, dari data Kodim 0724/Boyolali, hingga Jumat siang, jumlah pengungsi mencapai sekitar 10.502 orang yang berada di Kecamatan Boyolali. Sedang, Pemkab merilis jumlah pengungsi hingga Jumat siang mencapai 33.467 orang pengungsi.

Kepala Markas PMI Boyolali Isjatto mengatakan jumlah pengungsi itu terus mengalami perubahan. Dari tim assesment yang dilakukan relawan PMI di 14 titik pengungsian di Kecamatan Boyolali terdapat sekitar 10.087 orang.

“Para pengungsi itu berasal dari Kecamatan Cepogo, Selo dan Musuk,” ujarnya kepada wartawan di Posko, Jumat.

Isjatto menambahkan untuk relawan PMI saat ini di Boyolali mencapai 82 orang. Pihaknya juga mendapatkan tambahan relawan dari PMI Jateng sebanyak 40 orang.

Sementara Dandim 0724/Boyolali Letkol (Arh) Soekoso Wahyudi mengatakan dari data di Kodim 0724/Boyolali, jumlah pengungsi yang berada di Kecamatan Boyolali mencapai sekitar 10.502 orang. Selain itu, para pengungsi juga menyebar di sejumlah kecamatan di Boyolali.

Jandim menambahkan beberapa kecamatan yang dijadikan tempat pengungsian antara lain Kecamatan Ampel sebanyak 483 orang pengungsi, Kecamatan Musuk sebanyak 8.033 orang, Mojosongo (80) dan Teras (90).

“Sehingga total yang mengungsi ke radius lebih 20 km sebanyak 20.265 orang,” papar dia, Jumat.

Dandim menambahkan untuk dapur umum para pengungsi itu dilakukan di gedung Transito Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertransos) Boyolali.

Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan hingga saat ini jumlah pengungsi yang berada di sejumlah kecamatan di Boyolali mencapai 33.467 orang.

“Jumlah pengungsi itu baru hari ini (kemarin-red). Kami belum merinci masing-masing kecamatan. Tetapi di Kecamatan Ampel sendiri ada sekitar 6.000 orang pengungsi,” ujarnya kepada wartawan seusai Rakor Muspida terkait penanganan Merapi di Pemkab, Jumat.

Bupati menambahkan pihaknya saat ini juga telah menyiapkan seluruh aset-aset Pemkab yang bisa digunakan untuk tempat pengungsian. Bahkan, jelas Bupati, pihaknya juga telah menyiapkan Stadion Pandanarang, Sonolayu, jika nantinya gelombang pengungsi yang masuk Kota Boyolali tidak tertampung di sejumlah bangunan aset Pemkab.

“Stadion Sonolayu sudah siap digunakan, jika nanti tidak memungkinkan lagi tempat-tempat yang ada saat ini digunakan untuk pengungsi,” jelas dia.

fid

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…