Jumat, 5 November 2010 19:40 WIB News Share :

Frekuensi relawan Merapi diacak, evakuasi terganggu

Jogja-– Frekuensi tim relawan Merapi Balerante Klaten dijamming atau diganggu. Akibatnya koordinasi evakuasi dan koordinasi antar-relawan dalam penanganan pengungsi menjadi kacau.

Frekuensi pesawat Handy Talky (HT) yang selama ini menjadi andalan para relawan dari berbagai pihak untuk membantu warga Merapi saat erupsi. Beberapa frekuensi relawan Merapi yang beraktivitas membantu warga itu di antaranya tim relawan Balerante 149.070 MHz dan relawan komunitas lainnya.

Berdasarkan pantauan detikcom gangguan jamming itu semakin meningkat sejak
Merapi berstatus Awas. Jamming dilakukan dengan cara melakukan dial on tanpa mengeluarkan sepatah kata pun selama beberapa menit. Istilah teman-teman relawan oknum tersebut suka membentangkan sinyal frekuensi tanpa mengenal waktu. Kadang malam, pagi atau siang hari.

Namun kadang si pengganggu ikut menyeletuk dengan menumpangi pembicaraan orang lain sehingga yang mempunyai power rendah akan kalah atau habis. Kadang pula ada suara anak kecil, suara ibu-ibu serta suara seorang bersuara laki-laki yang menyatakan ketidakpuasan.

Suara laki-laki yang sering muncul biasanya bernada mengecam atau meremehkan tim relawan Balerante. Orang atau oknum tersebut biasanya mengatakan ‘mana pemantauan visualnya atau woalah sok tahu’.

Gangguan jamming ini semakin meningkat selama 4-5 hari terakhir ini. Dua hari terakhir ini yakni hari Kamis sore hingga malam dan hari ini Jumat (5/11) jamming oleh oknum tidak bertanggungvjawab itu lebih sering dilakukan.

Saat wilayah Desa Balerante dan sekitarnya aliran listrik mati dan perangkat
komunikasi HT menggunakan baterai, gangguan terus muncul. Akibatnya tim relawan hari ini sempat memindahkan frekuensinya.

“Jamming tersebut jelas sangat mengganggu relawan dan koneksi internet yang
disediakan salah satu ISP anggota APJII Korwil DIY, juga digunakan untuk
men-streaming-kan komunikasi HT antar posko pemantau Merapi jadi terganggu,” ungkap Humas Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Korwil DIY, Gana Arditya, Jumat (5/11).

Padahal lanjut Gana, informasi yang disampaikan para relawan itu sangat berguna untuk memonitor perkembangan erupsi Gunung Merapi dari beberapa posko. Informasi itu kemudian bisa disampaikan kepada warga yang membutuhkan agar mereka tidak perlu panik.

“Perilaku oknum itu jelas sangat mengganggu sehingga tidak bisa dimonitor dan otomatis yang di streamingkan jadi ikutan kacau. Oknum ini mengganggu komunikasi HT pada saat genting-gentingnya situasi evakuasi,” katanya.

Gana meminta Balai Monitoring Dishukuminfo DIY, ORARI dan RAPI untuk
menindaknya. Beberaa relawan juga pernah melakukan sweeping dan mendatangi
beberapa titik/tempat yang dicurigai sebagai pelaku namun masih terus terjadi.  “Kami ingi pihak-pihak terkait menangkapnya,” pungkas Gana.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…