Jumat, 5 November 2010 09:35 WIB News Share :

"DVI" buka posko orang hilang di RS Sardjito

Jogja— “Disaster Victim Identification” (DVI) membuka posko pengaduan orang hilang di RS Sardjito, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mencari anggota keluarganya yang mungkin menjadi korban letusan Merapi, Jumat (5/11) dinihari.

“Jika ada masyarakat yang mencari anggota keluarganya dapat datang ke RS Sardjito dan melapor ke posko kami,” jelas Anggota “Disaster Victim Identification” (DVI) Syahrizal di Jogja, Jumat (5/11).

Ia mengatakan, letusan Merapi pada Jumat dinihari diperkirakan lebih besar dibanding letusan Merapi pada 26 Oktober, dan hingga kini tim evakuasi belum mampu menembus sejumlah wilayah karena kondisi belum memungkinkan.

“Kondisi di lokasi masih banyak material vulkanik yang panas, sehingga belum bisa ditembus,” ujarnya mengungkapkan.

Di RS Sardjito, telah ada 48 korban meninggal dunia dan sekitar 60 korban luka, baik luka bakar atau jenis luka lainnya.

Anggota tim dokter dari DVI, Kompol Agung Hadi Wijanarko mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan identifikasi secepatnya.

“Sebagian korban meninggal akibat luka bakar yang cukup parah, sehingga akan sulit diidentifikasi,” paparnya menjelaskan.

Namun, karena lokasi bencana tersebut terlokalisasi seperti dari satu dusun, lanjut dia, maka kemungkinan proses identifikasi akan lebih mudah dilakukan.

“Kami akan melakukan identifikasi melalui cincin kawin atau dari properti lainnya yang masih melekat dibadan,” katanya menjelaskan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…