Jumat, 5 November 2010 21:14 WIB Pendidikan Share :

Dunia pendidikan dituntut selaras dengan industri

Karanganyar (Espos)–Dunia pendidikan dituntut selaras dengan dunia industri. Sehingga dunia pendidikan harus membekali peserta didiknya dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan keinginan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Wartanto, saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan Pra Kovensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Bidang Bahasa Mandarin untuk Penata Laksana Rumah Tangga dan Tata Boga/Pastry dan Bakery di Hotel Lor In, Karanganyar, Jumat (5/11).

Menurutnya ketika berhadapan dengan kebutuhan tenaga kerja, hal yang dibicarakan bukan soal orang yang mau bekerja. Tapi kompetensi orang yang hendak bekerja sesuai keinginan dunia kerja.

Oleh karena itu perlu dibuat standar kompetensi kerja masing-masing keterampilan. Tak terkecuali kompetensi bagi seseorang yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT).

Menyikapi keinginan dunia kerja, terangnya, Kemendiknas merumuskan draf 26 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang akan diajukan kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam draf tersebut, Kemendiknas akan merumuskan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh seseorang yang bekerja pada bidang tertentu.

Ia mencontohkan, seseorang yang bekerja sebagai PLRT di negara yang menggunakan Bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar sehari-hari, harus memiliki kompetensi tertentu dalam berbahasa Mandarin.

“Bidang Bahasa Mandarin ini hanya satu jenis kompetensi yang harus dimiliki. Masih ada 25 bidang lainnya yang harus dikuasai. Sehingga ketika pengguna luar negeri akan menggunakan PLRT asal Indonesia, mereka telah mengetahui terlebih dahulu, standar minimal kompetensi PLRT asal Indonesia,” ungkapnya.

ewt

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…