Jumat, 5 November 2010 21:03 WIB News Share :

Dispertan berencana ganti sapi mati senilai Rp 10 juta

Jogja--Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berencana untuk mengganti ternak sapi yang mati akibat letusan Gunung Merapi sebesar Rp10 juta per ekor.

“Dinas Pertanian (Dispertan)Provinsi DIY berencana untuk mengganti ternak sapi yang mati sebesar Rp10 juta per ekor, selain itu kami juga akan membantu membangun sarana dan prasarana kandang,” kata Kepala Seksi Produksi Bidang Peternakan Dispertan Provinsi DIY Sutarno di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara Dinas Pertanian Provinsi DIY yang telah disinkronkan dengan data di kabupaten Sleman, ada 296 ternak sapi yang mati akibat terkena awan panas Gunung Merapi.

“Sebagian besar merupakan sapi perah, jumlah tersebut belum termasuk jumlah sapi yang mati akibat erupsi Merapi hari ini. Saat ini petugas kami masih mendata ternak yang mati di lapangan walau masih terkendala kondisi Merapi yang masih berbahaya,” katanya.

Selain itu, kata dia Dispertan juga tengah mengurusi ternak yang berhasil diselamatkan, berjumlah sekitar 3.018 ekor, diperkirakan jumlah akan bertambah hingga mencapai sekitar 4.000 ternak.

“Biaya evakuasi ternak juga cukup tinggi. Untuk mengangkut enam ekor ternak membutuhkan dana Rp200.000. Total biaya yang dikeluarkan untuk evakuasi hampir Rp1 miliar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dispertan Provinsi DIY Retno Setijowati mengatakan saat ini pihaknya masih fokus untuk menjaga dan mengurusi ternak yang berhasil dievakuasi dengan menyediakan pakan dan kebutuhan lainnya.

“Biaya untuk merawat ternak cukup mahal, satu ekor sapi membutuhkan biaya Rp20.000 per hari. Untuk menyediakan 3.018 ekor sapi bisa mencapai Rp60,36 juta per hari,” katanya.

Ia mengatakan Dispertan dengan dibantu berbagai pihak terus berupaya untuk menyediakan pakan rumput segar bagi ternak, selain itu, petugas juga aktif memeriksa dan memberikan vitamin untuk menjaga kesehatan ternak.

“Dispertan telah bekerjasama dengan kalangan  perguruan tinggi untuk merawat ternak yang selamat. Dispertan juga menerjunkan dokter hewan serta ahli ternak,” katanya.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…