Jumat, 5 November 2010 11:04 WIB Haji Share :

Bus angkutan Calhaj ke Surabaya tanpa toilet

Boyolali (Espos) — Panitia Penyelenggara Ibadah (PPIH) Embarkasi Solo menilai pelayanan Garuda Indonesia terkait pengangkutan jemaah calon haji ke Surabaya mengecewakan. Beberapa kelompok terbang (Kloter) diangkut dengan bus tanpa toilet.

Sekretaris PPIH Embarkasi Solo, H Syarif Hidayat, melalui Sekretaris Humas, Akhmad Su’aidi, menyebutkan dari sembilan Kloter yang diberangkatkan ke Surabaya sejak Rabu (3/11) dinihari, empat Kloter menggunakan bus tanpa toilet. Tiga Kloter pertama yaitu Kloter 65, Kloter 66, dan Kloter 67. Sedang Kloter terakhir yang berangkat, Kamis (4/11) adalah Kloter 72.

“Untuk bus tanpa toilet yang mengangkut tiga Kloter hari Rabu, yaitu Kloter 65, 66, dan 67, PPIH memberikan toleransi karena jadwalnya yang cukup mendesak. Tapi ternyata hari ini (Kamis, 4/11-red), Kloter 72 pun diangkut dengan bus yang juga tanpa toilet,” ujarnya kepada wartawan di Sekretariat Humas PPIH Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Kamis malam.

Selain persoalan toilet, PPIH juga menyoroti keberangkatan ke Surabaya yang tanpa dilengkapi armada cadangan. Padahal sesuai kesepakatan dalam rapat koordinasi (Rakor) antara PPIH dan Garuda Indonesia, kata Su’aidi, disepakati jemaah akan diangkut dengan bus berfasilitas toilet dan berpendingin udara, serta sesuai prosedur akan disediakan satu bus cadangan.

Su’aidi yang merangkap sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Pengumpulan dan Pengolahan Data (Pulahta) PPIH menyatakan ketersediaan toilet sangat penting untuk kenyamanan perjalanan darat Calhaj. Terlebih banyak di antara para jemaah yang termasuk kategori lanjut usia (Lansia) yang dikhawatirkan tak bisa menahan hasrat buang air, serta pengidap diabetes melitus.

Secara terpisah General Manager (GM) PT Garuda Indonesia Solo, Syamsudin JS, menegaskan penyediaan angkutan Calhaj ke Surabaya bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pihaknya. Garuda Indonesia, kata dia, bahkan hanya membantu mencarikan sarana transportasi itu karena sebenarnya hanya wajib sediakan bus dari Asrama Haji Donohudan ke Adi Sumarmo.

“Dalam kesepakatan tak disebut kewajiban Garuda Indonesia sediakan transportasi dari Solo ke Surabaya, yang ada dari Asrama Haji Donohudan ke Bandara Adi Sumarmo. Lagipula faktornya kan foce majeur dan penyediaan bus itu inisiatif Garuda Indonesia membantu mengatasi persoalan yang ada, bukan semata tangggung jawab kami,” ujarnya, Kamis (4/11) malam.

Syamsudin menyatakan pula, penyediaan bus dengan fasilitas pendingin udara dan toilet untuk mengangkut Calhaj dari Solo ke Surabaya juga terkendala ketersediaan armada yang dimiliki perusahaan-perusahaan transportasi yang dihubungi Garuda Indonesia. “Kami sudah upayakan ke ke beberapa perusahaan, tapi mereka juga tak bisa sediakan bus dalam jumlah banyak. Sekali lagi situasi kan tidak normal, force majeur, jadi operasionalnya pun tidak normal.”

try

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…