Jumat, 5 November 2010 17:23 WIB News Share :

845 Santri & 100 ustadz Ponpes Gontor Magelang diungsikan

Magelang –– 845 Santri dan 100 guru Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darul Qiyam, Gontor 6, yang berada di Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diungsikan ke pusat, Ponpes Gontor 2 di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Evakuasi dilakukan di ponpes yang berada di radius 17 km dari Merapi itu untuk menghindari bahaya letusan yang sudah berkali-kali dan sangat membahayakan ratusan santri.

Pernyataan itu disampaikan oleh pimpinan Pondok Modern Darul Qiyam, Gontor 6, Ustadz H Muhammad Suja’i, Jumat (05/11).

Suja’i menyatakan seluruh santri diangkut dengan 3 buah bus dan beberapa mobil elf didampingi beberapa orangtua santri yang sengaja menjenguk anaknya dengan menggunakan mobil.

“Orangtua santri merasa khawatir sehingga mereka sengaja menjenguk anaknya beberapa hari lalu setelah mendengar bahwa Gunung Merapi berkali-kali meletus,” tegas Muhammad Suja’i.

Suja’i menegaskan, proses evakuasi ini dilakukan setelah pemerintah kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Satkorlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima rekomendasi BPPTK bahwa daerah Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Magelang masuk dalam wilayah penduduk yang harus diungsikan.

“Setelah mendapatkan pemberitahuan meluasnya ekses letusan gunung Merapi yang berada di titik aman sejauh radius 20 kilometer, kami langsung memerintahkan kepada ratusan santri dan guru untuk berkemas-kemas,” tegas Suja’i.

Suja’i berharap setelah sampainya di Gontor Pusat di Ponorogo, proses belajar mengajar yang ada ponpes yang ditinggalkan tidak lagi terganggu dengan adanya ekses letusan Merapi seperti suara gemuruh yang sering terdengar, hujan abu yang sering terjadi dan menyelimuti beberapa fasilitas pondok seperti masjid, kamar tidur, asrama dan lapangan yang berada di tengah-tengah pondok yang sangat jauh dari keramaian ini.

Dari pantauan di Ponpes, seusai Salat Jumat ratusan santri berkemas-kemas mereka satu persatu naik tiga buah bus dengan membawa barang mereka masing-masing.

Suja’i yang merupakan pimpinan ponpes naik menggunakan mobil elf berwarna hitam bersama keluarganya meninggalkan ponpes dengan tenang.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…