Jumat, 5 November 2010 13:49 WIB News Share :

2 Dusun di Sleman luluh lantak akibat Merapi

Sleman–Dua dusun di lereng Gunung Merapi luluh lantak diterjang lahar panas saat terjadi erupsi gunung teraktif di dunia itu pada Jumat (5/11) dini hari.

Dusun Brongangsuruh, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, yang hanya berjarak 15 meter dari aliran sungai Gendol dan Dusun Slodokan, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan.

Di Dusun Brogangsuruh, warga telah membuat tanggul permanen dari cor beton setinggi tiga meter dengan ketebalan dua meter di tepi Sungai Gendol, namun aliran lahar panas mampu melebihi tanggul dan menerjang sekitar 10 rumah yang ada di tepi sungai.

“Baru lima rumah yang dapat dilakukan evakuasi dan ditemukan 31 jenazah, sedangkan untuk lima rumah lainnya belum dapat dievakuasi karena kondisinya di atas serta lahar yang berisikan pasir dan batu-batu besar yang menerjang rumah masih sangat panas,” kata Sajarwo warga Wukirsari, Cangkringan.

Ia mengatakan, saat ini di aliran Sungai Gendol yang melintasi di dusun masih sangat nampak kepulan lahar panas. “Material lahar masih mengepulkan asap dan udara panas juga sangat terasa di sekitar sungai,” katanya.

Di Dusun Slodokan, Desa Wukirsari hampir separuh dusun kena terjangan lahar panas Gunung Merapi, ada sekitar lima rumah yang terbakar namun sampai sekarang belum dapat dievakuasi karena material masih sangat panas.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…