Jumat, 5 November 2010 16:21 WIB News Share :

“Teroris” sandera Walikota Semarang di Hotel Ciputra

Semarang (Espos)–Belasan kelompok “teroris” bersenjata api menguasai Hotel Ciputra di kawasan Simpanglima, Kota Semarang dan menyandera beberapa orang, termasuk Walikota Semarang, Jumat (5/11).

Orang nomor satu Kota Semarang itu disekap di kamar nomor 812 di lantai VIII hotel yang terletak di kawasan pusat kota tersebut. Para “teroris” meminta tebusan satu unit helikopter untuk melarikan diri.

Mendapat laporan adanya aksi “teroris”, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono memerintahkan pasukan unit penanggulan teroris (Gultor) Yonif 400/Raider melakukan operasi pembebasan.

Tim Gultor dilengkapi senjata lengkap segera bergerak. Didukung helikopter Penerbad dari Squadron II Semarang pasukan khusus Gultor TNI ini didaratkan di atas atap gedung Hotel Ciputra.

Menggunakan teknik rapling, sejumlah anggota Yonif 400/Raider turun ke lantai VIII, langsung memecahkan kaca kamar serta langsung melumpuhkan “teroris”.

Walikota Semarang kemudian dibawa turun ke lantai dasar menggunakan lift hotel untuk dilarikan ke tempat aman.

Sementara dalam waktu yang sama sebagian anggota tim Gultor lainnya bergerak mengendarai kendaraan mobil dan roda dua menyerbu ke lobi hotel. Sempat terjadi baku tembak dengan ”teroris”.

Dua ”teroris” berhasil lolos dari sergapan lari ke luar hotel dan menghentikan bus serta menyandera sopir dan seluruh penumpang. Tapi dua ”teroris” itu akhir dilumpuhkan tim Gultor yang melakukan pengejaran.

Kejadian ini merupakan simulasi pada penutupan latihan pemantapan Yonif 400/Raider dalam penanganan teroris. Kegiatan latihan diikuti 654 anggota Yonif 400/Raider, serta 108 pelatih.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono dalam amanat tertulis yang dibacakan Dan Rindam Kol Inf Jagar Maebahu pada upacara penutupan menyatakan satuan raider merupakan gardan terdepan di dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa.

”Saya menekankan kepada seluruh peserta latihan agar materi yang telah didapat selama latihan supaya benar-benar dapat dipahami dan dikuasai dengan baik,” ujar Pangdam.

oto

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…