Kamis, 4 November 2010 08:36 WIB News Share :

Seskab sesalkan Gubernur Sumbar ke Jerman

Jakarta— Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyesalkan kepergian Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ke Jerman. Dipo menyatakan, sebagai pemimpin, harusnya Irwan mengetahui perasaan rakyat yang sedang dilanda bencana.

“Sebagai pejabat, jangan hanya tahu politik dan angka. Pejabat harus tahu perasaan rakyat,” katanya, Kamis (4/11).

Dipo tidak merinci soal politik dan angka yang dimaksud. Namun dia menambahkan, saat ini, tanggap darurat bencana alam di Mentawai masih berlangsung sehingga tidak elok seorang kepala daerah di sana meninggalkan lokasi. Sampai kemarin, sudah 430 orang tewas dan lebih dari 15.000 orang mengungsi di kabupaten terbesar di Sumatera Barat itu.

“Presiden saja, sampai meninggalkan KTT ASEAN di Vietnam untuk melihat kondisi di sana. Ini kepala daerah justru meninggalkan,” kata Dipo Alam.

“Saya menyesalkan dia pergi ke luar negeri,” kata Dipo. “Saya tidak peduli, apakah dia minta izin atau tidak, namun saya menyesalkan.”

Rabu dinihari kemarin, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno beserta sejumlah staf terbang ke Jerman sembilan hari setelah gempa dan tsunami menghantam Kabupaten Kepulauan Mentawai. Orang dekat Gubernur yang menolak disebutkan namanya membeberkan agenda Irwan selama di Muenchen, Jerman, berdasarkan pada undangan Duta Besar RI di Berlin tanggal 31 Agustus 2010.

Gubernur akan menjadi pembicara dalam Indonesia Bussines Day yang akan diadakan 5 November 2010. Gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera ini akan memaparkan pelaksanaan promosi terpadu investasi, pariwisata, dan perdagangan.

Sumatera Barat merupakan satu dari lima daerah lain di Indonesia, yang dipilih untuk mengikuti kegiatan itu. Selain Sumatera Barat, provinsi lain yang diundang yakni, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Juga akan hadir mantan Presiden BJ Habbibie, dan sejumlah menteri. Mereka juga akan menyampaikan keynote speech dalam acara itu.

Irwan pun membela diri dalam akun jejaring sosialnya, Twitter. “Salah jika ada anggapan kepergian Gubernur Sumbar itu mengabaikan kondisi Mentawai,” tulis Irwan dalam akunnya, Rabu 3 November 2010.

Sebelum berangkat ke Jerman, Irwan menyatakan sudah ada pendelegasian yang memadai. Penanganan Mentawai, tulis Gubernur, sudah diserahterimakan kepada wakil gubernur. “Sebelumnya saya terus berkoordinasi untuk penyaluran bantuan yang terhalang cuaca.”

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…