Kamis, 4 November 2010 12:28 WIB News Share :

Sebuah mobil di Batam tertimpa serpihan pesawat Qantas

Jakarta–Serpihan pesawat Qantas bertipe Airbus A380 yang jatuh di wilayah Batam, Indonesia ternyata juga menimpa sebuah mobil yang tengah melintas di kawasan dekat Batam Center. Akibatnya, bagian atap belakang mobil penyok.

“Ada mobil jenis Avanza di dekat SD (Sekolah Dasar-red) 007 yang terletak di Perumahan Eden Park, tertimpa serpihan pesawat. Serpihan itu jatuh di bagian atas belakang mobil. Kondisi mobil penyok,” ujar Humas Otorita Batam, Joko Wiwoho, Kamis (4/11).

Namun demikian, Joko mengaku pihaknya belum mendapat laporan lebih lanjut mengenai kondisi penumpang dan juga apakah ada korban jiwa akibat tertimpa serpihan tersebut.

“Tapi saya belum mengetahui pasti berapa orang di dalam mobil itu. Belum ada laporan tentang adanya korban di situ. Tapi memang mobil itu sedang melintas,” tuturnya.

Joko menambahkan, belum diketahui pasti bagaimana kondisi mobil itu saat ini. Dia mengaku baru mendapat laporan adanya mobil tertimpa serpihan pesawat. Sementara untuk nomor polisi dan nama pemilik mobil belum ditahui pasti.

Pesawat Qantas dengan nomor penerbang QF 32 tujuan Sydney, terpaksa ‘return to base’ (kembali ke bandara) di Bandara Changi, Singapura. Disebut-sebut pesawat tersebut mengalami gangguan mesin, dimana satu dari empat mesin pesawat mati saat tengah mengudara.

Sedangkan menurut saksi mata di Batam, dikatakan bahwa pesawat Qantas tersebut terlihat berasap saat melewati langit Batam. Lalu terdengar ledakan. Sejumlah onderdil pesawat juga berjatuhan.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…