Lily dan Ena (dok. telegraph) Lily dan Ena (dok. telegraph)
Kamis, 4 November 2010 13:59 WIB Kesehatan Share :

Rahasia hidup panjang si kembar tertua di dunia

Lily dan Ena (dok. telegraph)Wales--Ena dan Lily adalah pasangan kembar langka yang bisa mencapai usia satu abad. Ternyata si nenek kembar ini punya rahasia hidup yang membuat mereka masih bisa bersama hingga 100 tahun.

Guinness World Records menobatkan pasangan kembar Ena Pugh dan Lily Millward asal Inggris sebagai pasangan kembar tertua di dunia dengan usia 100 tahun 10 bulan pada hari ini.

Pasangan kembar tertua ini lahir pada tanggal 4 Januari 1910 sebelum pecahnya perang dunia I, ketika putra Ratu Victoria Edward VII menjadi raja.

Ena lahir terlebih dulu di hari yang dingin di bulan Januari 1910 dengan Lily beberapa menit kemudian, di sebuah pondok pertanian keluarga di desa kecil Garthbrengy, dekat Brecon di tengah Wales.

Pasangan kembar ini sekarang masih tinggal di rumah sendiri di pedesaan Welsh. Keduanya masih aktif berbelanja dan melakukan kegiatan rumah lainnya.

Apa rahasia umur panjangnya?

Nenek Lily mengungkapkan rahasia panjang umurnya, yaitu tawa dan memiliki candaan satu sama lain.

Selain canda dan tawa, alasan lain hidup panjang kedua saudara kembar itu adalah genetik, gaya hidup sehat dengan tidak merokok dan banyak gerak, juga menjaga makanannya yang masih alami.

“Kami dulu bekerja di pertanian sepanjang hari, tapi kami selalu menikmatinya dengan senang hati dan canda tawa. Itu sangat menyenangkan dan kami sangat beruntung selalu dalam kondisi kesehatan yang baik,” jelas nenek Lily, dilansir Telegraph, Kamis (4/11).

Menurut putri nenek Lily, Dianne Powell ,64 tahun, ibu dan bibinya yang kembar sangat dekat sepanjang hidup dan masih sangat dekat hingga sekarang. “Mereka masih sering naik bus sendiri setiap hari Jumat dan pergi berbelanja bersama-sama dan mengobrol sambil minum teh. Mereka berdua masih sangat aktif,” jelas Dianne.

Satu lagi rahasianya pasangan kembar ini menghindari gaya hidup moderen. “Ibu dan bibi menghindari kehidupan yang moderen, mereka lebih nyaman dengan kehidupan seperti zaman mereka dulu. Mereka bahkan tidak memiliki penghangat ruangan, hanya menggunakan perapian dan kayu bakar,” jelas Dianne.

Dianne juga mengatakan bahwa ibunya masih mengikuti kegiatan aerobik sampai enam bulan yang lalu, tapi sekarang ia sudah berhenti karena ia merasa lebih banyak lansia lainnya yang membutuhkan. “Ia tidak mau mengambil jatah kelas aerobik untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Tapi sekarang ibu dan bibi masih tetap aktif,” tutup Dianne.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…