Kamis, 4 November 2010 12:53 WIB News Share :

Protes studi banding DPR, demonstran tari perut

Jakarta–Studi banding yang dilakukan anggota DPR membuat rakyat geram. Tidak heran kalau sindiran kemudian datang dan ditujukan kepada wakil rakyat. Salah satunya dengan menggelar tari perut.

Pertunjukkan tari perut ini digelar di depan gerbang Gedung DPR, Kamis (4/11). Empat pria bergoyang perut diiringi irama lagu padang pasir melalui pengeras suara.

Dua pria memakai rok dengan selendang di dada, dan dua lainnya memakai kostum hula-hula dengan dada ditempeli lakban menggoyang-goyang perut mereka. Tidak lupa sebuah topi rumbai-rumbai juga dikenakan para penari perut dadakan ini.

Selama 30 menit mereka terus bergoyang, bahkan seorang petugas kepolisian dari Polsek Tanah Abang ikut diajak berjoget. Selain empat orang penari, tujuh rekan mereka tampak menyemangati. Aksi yang hanya dijaga sekitar 10 orang polisi ini dilaksanakan oleh Lingkar Madani dan Lingkar Studi Aksi untuk Indonesia.

Sebuah spanduk besar juga ditempel di gerbang gedung DPR, ‘Persembahan Tari Perut untuk Anggota DPR dari Rakyat Indonesia’, demikian tulisan di spanduk berwarna putih itu.

“Daripada susah cari tari perut ke Turki, kami persembahkan tari perut untuk anggota dewan, gratis,” teriak seorang orator.

Tari perut ini memang sengaja untuk menyindir anggota dewan yang dahulu menggelar studi banding etika ke Yunani. Nah santer terdengar di sela-sela kunjungan anggota BK itu mereka mampir ke Turki untuk menonton tari perut.

“Kita tidak tahu ini benar apa enggak. Kita dapat info anggota DPR meminta tari perut saat transit di Turki,” terang Ray.

Menurut dia, tidak penting benar ada tidaknya insiden anggota DPR menonton tari perut itu. Namun aksi tari perut itu merupakan ekspresi masyarakat untuk mengkritik DPR yang selama ini abai terhadap kritik verbal.

“Karena lewat verbal sudah enggak mempan. Mudah-mudahan ekpresi tarian ini bisa efektif,” tutupnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…