Kamis, 4 November 2010 13:58 WIB News Share :

PMI kurangi dampak trauma pada anak

Salatiga (Espos)–Kalangan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami trauma dibandingkan warga usia dewasa dalam bencana meletusnya Gunung Merapi.

Dari pantauan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, banyak ditemukan anak-anak yang mengalami trauma di pengungsian. Oleh karenanya, PMI menerjunkan tim PSP (Psikososial Supporting Programe) di sejumlah lokasi pengungsian seperti di Desa Jemowo dan Sangup, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

“Trauma yang dialami anak-anak ini harus diminimalisasi dampaknya. Selain penanganan pengungsian, dapur umum, evakuasi dan medis, PMI juga menurunkan tim PSP,” ungkap Dwi Handoko, Kepala Bagian Penanggulangan Bencana melalui staf Humas PMI Jateng, Muhammad Nashir melalui rilisnya, Kamis (4/11).

Tim ini menggelar sejumlah kegiatan hiburan dan permainan agar anak-anak bisa melupakan soal bencana meletusnya Merapi. Anak-anak diajak bernyanyi, bermain dengan atraktif menggunakan bola dan balon.

Aktifitas serupa juga dilakukan PMI di pengungsian Jumoyo, Kabupaten Magelang. Posko Penanggulangan Bencana PMI Jateng menyatakan seluruh penduduk Kecamatan Selo, Kabupaten Bayolali, Jawa Tengah, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Hal ini terkait status waspada dalam radius 15 Km dari puncak Merapi.

kha

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…