Kamis, 4 November 2010 02:40 WIB Klaten Share :

Penutupan penambangan sendat proyek DAK

Klaten (Espos)--Penutupan aktivitas penambangan galian C menyusul meletusnya Gunung Merapi telah berdampak terhadap proyek fisik yang dikucuri dana alokasi khusus (DAK) Klaten.

Meski demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten meminta agar rekanan yang mengerjakan proyek fisik DAK tak menjadikan alasan tersebut memperlambat pengerjaan proyek fisik DAK.

“Saat ini pasokan pasir memang tersendat. Namun, kami minta rekanan pemenang tender tak menjadikan itu sebagai alasan,” kata Kepala Disdik Klaten, Sunardi kepada Espos di lapangan Dompol Kemalang, Rabu (3/11).

Sunardi menegaskan, sejak status Merapi naik menjadi awas, maka jumlah truk galian C mulai anjlok drastis bahkan boleh dibilang tak ada sama sekali.

Pantauan Espos, di sejumlah depo pasir ketersediaan material bangunan juga nihil. Meski pencarian pasir kian susah, namun tak semua pengusaha tambang galian C berani menaikan harganya.

Pasalnya harga eceran tertinggi (HET) pasir telah dipatok. Untuk mengambil pasir dari penambang tradisional, satu truk sedang atau setara dengan 8 meterkubik dihargai Rp 100.000.

Dalam kondisi normal, distribusinya ke wilayah Klaten, seperti Delanggu, harganya di tangan konsumen mencapai Rp 520.000.

asa

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….