Kamis, 4 November 2010 19:03 WIB News Share :

Magelang hujan lumpur, warga tak berani keluar rumah

Magelang--Hujan abu dan pasir masih mengguyur di wilayah Magelang, Jateng. Warga Magelang tidak berani keluar rumah karena abu dan pasir yang bercampur air hujan membuat mata dan kulit perih.

“Kayak hujan lumpur di sini, perih di mata,” kata Tommy, yang saat ini berada di Mertoyudan, Magelang, seperti dilansir detikcom, Kamis (4/11).

Sementara itu Eko, seorang warga Magelang menuturkan abu dan pasir yang menumpuk dan terkena air hujan membuat Jalan Raya Muntilan licin. Suasana semakin mencekam karena listrik di daerah tersebut padam.

“Banyak mobil yang berhenti akibat debu yang menempel di kaca depan,” jelas Eko.

Sementara itu Ien, yang tinggal di lereng barat Merapi akhirnya memilih mengungsi karena hujan abu tidak kunjung berhenti. Selain itu, suara gemuruh juga terus-menerus terdengar dari puncak Gunung Merapi.

“Dari pagi hingga sore hujan abu cukup lebat. Hujan deras bercampur abu membuat jarak pandang hanya sekitar 10 meter,” kata Ien.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….