Kamis, 4 November 2010 15:22 WIB News Share :

Kronologi insiden Qantas di Batam

Jakarta–Pesawat superjumbo A380 milik Qantas Airways dengan nomor penerbangan QF 32 mengalami gangguan mesin setelah 6 menit mengudara. Gangguan tersebut menyebabkan komponen mesin di sebelah kiri terkoyak dan berjatuhan di Batam.

Beruntung, sang pilot berhasil membawa pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Changi, Singapura.  Berikut kronologi insiden pesawat tipe terbesar di dunia itu:

08.41 WIB (09.41 Waktu Singapura)

Penumpang Qantas A380 mulai memasuki pesawat, 11 menit terlambat dari jadwal yang ditentukan yakni pukul 08.30 WIB atau 09.30 waktu Singapura.

08.56 WIB (09.56 Waktu Singapura)

Pesawat A380 Qantas terbang dari Bandara Changi, Singapura, mengangkut 433 penumpang dan 26 kru.

09.02 WIB (10.02 Waktu Singapura)

Pesawat mulai mengalami masalah di salah satu mesinnya. Masalah dimulai dengan munculnya sejumlah pesan error di kokpit yang mengingatkan soal masalah besar pada mesin pesawat. Pilot pun terpaksa mematikan mesin.

09.30 WIB

Warga Batam menyaksikan sebuah pesawat yang sedang terbang berasap. Tak cuma itu, serpihan pesawat juga berceceran di sekitar Bandara Hang Nadim, Batam.

09.54 WIB

Dirjen Hubungan Udara Dephub Herry Bakti menyebutkan, pesawat berjenis A380 itu dari Singapura. Pesawat telah kembali ke Singapura.

10.00 WIB

Humas Otorita Batam yang juga sekaligus Bandara Hang Nadim Joko Wiwoho mengaku mendapatkan informasi mengenai adanya ledakan pesawat di udara Batam. Banyak serpihan pesawat yang berceceran di kawasan Batam, termasuk di tengah kota.

10.10 WIB

Kapolda Kepulauan Riau mengatakan, pesawat yang berasap dan sebagian komponennya jatuh di Batam adalah milik maskapai penerbangan Australia, Qantas. Pesawat rute Singapura-Australia itu kembali ke Singapura (return to base/RTB).

10.46 WIB

Pesawat mendarat dengan selamat di Singapura. Pesawat membuang bahan bakar di perairan point HOSBA sebelum mendarat kembali ke Singapura. Penumpang menyatakan, pesawat berputar-putar nyaris dua jam.

11.00 WIB

Manajemen Qantas mengatakan, pesawat itu harus kembali ke Bandara Changi, Singapura, setelah pilot terpaksa mematikan salah satu dari empat mesin pesawat. Juru bicara Qantas mengatakan, masalah bersumber pada mesin nomor dua. Namun dia mengaku tidak tahu mengapa pilot terpaksa mematikan salah satu mesin pesawat.

11.05 WIB

Kahumas Basarnas Gagah Prakoso mengatakan, pesawat Qantas yang serpihannya jatuh di Batam, sudah kembali ke Bandara Changi Singapura. Pesawat berjenis Airbus A 380 ini juga sempat membuang bahan bakar di ketinggian 7.500.

11.30 WIB

Qantas dan Deplu Australia memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa itu. Semuanya selamat.

11.40 WIB

Serpihan pesawat dilaporkan jatuh di beberapa tempat di Batam. Sebagian serpihan itu ada yang menimpa mobil Avanza, empat rumah rusak, dan atap sebuah SD jebol yang mengakibatkan seorang guru dan siswa SD terluka.

12.15 WIB

Serpihan pesawat di sejumlah tempat di Batam dipastikan dari pesawat Qantas yang bermasalah dan harus kembali ke Singapura.

13.10 WIB

Bandara Changi Singapura meminta data korban akibat insiden Qantas A320 untuk kemudian diteruskan ke Qantas untuk pemberian ganti rugi.

14.00 WIB

Qantas Airways menjamin akan memberikan ganti rugi pada korban yang terkena serpihan komponen pesawat di Batam. Kepastian ini disampaikan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang sudah berbicara dengan pihak Qantas.

14.03 WIB

Qantas menghentikan sementara penerbangan 6 pesawat A380 yang dimilikinya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…