Kamis, 4 November 2010 06:19 WIB News Share :

Kronologi aktivitas Merapi di malam hari

Jakarta--Gunung Merapi kembali menyemburkan awas panas dalam skala yang cukup besar, Rabu (3/11) siang kemarin. Hujan abu vulkanik yang dihasilkan dari gunung ini bahkan sudah mencapai berbagai kawasan yang jaraknya cukup jauh dari Merapi.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM, sejak pukul 18.00-24.00 WIB, aktivitas gunung ini menunjukkan peningkatan sangat tinggi. Bahkan laporan dari pos pemantau di Jrakah, pukul 23.00 WIB, terjadi lontaran lava 400-500 m, awan panas 2-2,5 km, serta suara gemuruh terus-menerus.

Di pos pemantau Selo, Semburan lava terjadi tiap lima menit. Lontaran lava ke arah Pasar Bubar dan Barat. Asap awan panas membumbung setinggi 2.500 m condong ke Barat laut. Sementara itu, di sepanjang kawasan Kaliurang, listrik terus padam.

Berikut Kronologi Aktivitas Merapi pada Rabu berdasarkan situs ESDM;

– Pukul 11.11 WIB-13.19 WIB terjadi awan panas beruntun dengan durasi maksimum 2 menit. Sementara cuaca dalam keadaan kabut dan hujan, sehingga tidak bisa melihat keadaan Merapi.

– Pukul 13.27 WIB dan 13.30 WIB terjadi gempa vulkanik dangkal (VB) sebanyak dua kali.

– Pukul 14.00-14.03 WIB terjadi guguran besar beruntun sebanyak empat kali, durasi makimum 1 menit.

– Pukul 14.04-14.27 WIB terjadi rentetan awan panas dengan durasi maksimum 5 menit. Diperkirakan jarak luncur awan panas lebih dari 10 km, sehingga diputuskan untuk memperluas daerah aman hingga di luar radius 15 km.

– Pukul 14.44 WIB terjadi awanpanas besar selama 1,5 jam.

– Pukul 15:01 dan 15:21 WIB terjadi awanpanas terbesar terjadi selama 18 menit.

– Pukul 16.23 WIB aktivitas mulai reda.

– Pukul 17.30 WIB dilaporkan bahwa awan panas mencapai 9 km di alur Kali Gendol.

– Pukul 18:00-24:00 WIB masih terjadi erupsi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…