Kamis, 4 November 2010 13:04 WIB News Share :

Korban jiwa letusan Merapi bertambah

Jakarta-– Korban jiwa yang terenggut akibat erupsi Gunung Merapi bertambah. Seorang warga bernama Nardiwoyono menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Sardjito, Jogja.

Pria 64 tahun itu adalah korban terjangan awan panas ‘wedhus gembel’.

“Jadi total, meninggal dunia 40 orang,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief, dalam akun Twitternya, Kamis (4/11).

Sementara, lima korban luka bakar masih dirawat, yakni tiga orang di RS Sardjito dan dua lainnya RS Bethesda. Sementara, enam pasien luka ringan dirawat di RS Sardjito dan RS Panti Nugroho. Untuk pengungsi, data terakhir menyebutkan jumlahnya mencapai  22.591 orang.

Sebelumnya, juga dilaporkan, ada tiga warga Provinsi Jawa Tengah yang meninggal akibat erupsi Merapi. Jika dijumlahkan, total korban jiwa Merapi di dua provinsi berjumlah 43 orang.

Letusan gunung Merapi masih terus berlangsung hingga Kamis (4/11) dini hari.  Letusan yang keluar dari puncak Merapi juga berupa awan panas ‘wedhus gembel’.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, luncuran awan panas mendekati jarak 12 kilometer dari puncak gunung.

“Tetapi ketetapan radius evakuasi tetap 15 kilometer, belum ada keputusan baru,” kata Andi Arief mengutip pernyataan Surono.

Sejal pukul 16.00, Rabu 3 November 2010, kawasan rawan bencana Merapi diperluas dari 10 kilometer menjadi 15 kilometer.

Imbauan ini dikeluarkan karena awan panas sudah muntah dari Merapi hampir sekitar empat jam lamanya. Ini merupakan luncuran terlama sejak letusan pertama yang merenggut sekitar 39 orang pada 26 Oktober 2010.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…