Kamis, 4 November 2010 01:09 WIB Klaten Share :

Investor tutup kios 25 pedagang

Klaten (Espos)–Setelah sempat tertunda dua hari, akhirnya PT Dewata Solusi Bangunan (DSB) selaku investor pembangunan Pasar Pedan menutup 25 kios di sisi timur yang sebelumnya dipinjam pedagang setempat, Rabu (3/11).

Penutupan 25 kios itu terpaksa dilakukan PT DSB lantaran belum adanya kepastian pembayaran uang muka kios dan los senilai 30% oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab Klaten).

Pantauan Espos di lokasi, proses penutupan kios itu berjalan dengan lancar. Tidak ada perlawanan dari 25 pedagang yang sebelumnya menempati kios itu. Selanjutnya, PT DSB memasang pamflet bertuliskan kios tutup.

Direktur Proyek PT DSB, Endro B Wahyudi mengaku belum memberikan kepastian kapan pedagang bisa membuka kios kembali pascapenutupan.
Menurutnya, selama belum ada kepastian pembayaran uang muka dari Pemkab Klaten, maka 25 kios itu akan ditutup.

“Kami akan menunggu sampai ada surat dari Pemkab Klaten yang menyebut bahwa subsidi senilai 30% dari harga kios dan los sebagaimana diajukan pedagang disetujui,” tukas Endro.

Sementara itu, Ketua II Paguyuban Pedagang Pasar Pedan Manunggal (P4M), Yusuf Efendi mengaku akan melayangkan surat kepada Komisi II DPRD Klaten guna mencari kepastian turunnya subsidi senilai 30% itu.

“Kami tidak meminta keringanan harga kios dan los, melainkan meminta hak kami sebagaimana yang sudah dijanjikan 3,5 tahun silam sebelum MoU revitalisasi Pasar Pedan ditandatangani oleh Pemkab Klaten dan investor,” tegas Efendi.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…