Kamis, 4 November 2010 18:26 WIB News Share :

Dinas Pertanian pantau hewan kurban

Salatiga (Espos)--Dinas Pertanian Kota Salatiga telah menyiapkan petugas yang akan diterjunkan untuk melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan hewan qurban menjelang Hari Raya Qurban 1431 H mendatang. Masing-masing kelurahan diminta untuk melaporkan titik-titik pengumpulan dan penyembelihan hewan qurban di lokasi mereka untuk memudahkan pemantauan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga, Husnani, mengatakan petugas ini akan terjun ke lokasi pengumpulan hewan qurban pada H-3. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya hewan qurban yang tidak sehat atau menderita penyakit menular, maka petugas akan menyita hewan tersebut.

”Hewan yang sakit tidak boleh diqurbankan. Sementara pada hari H-nya kami akan menurunkan petugas Kesmavet (kesehatan masyarakat veteriner) untuk kembali memeriksa daging hewan qurban setelah disembelih. Jika ditemukan daging yang tidak sehat juga akan kami ambil,” paparnya kepada Espos, Kamis (4/11). Jumlah petugas ini sekitar 15 orang.

Lebih jauh Husnani mengutarakan, karena Salatiga bukanlah kota yang memiliki sentra peternakan kambing atau sapi, maka hewan qurban sebagian besar didatangkan dari luar kota, seperti Boyolali dan Kabupaten Semarang. Hewan qurban yang masuk Salatiga, lanjutnya, akan menjalani pemeriksaan seperti yang selama ini dilakukan. Hewan-hewan tersebut wajib memiliki surat pengantar dari dinas peternakan tempat hewan itu berasal.

Husnani mengklaim dari tahun ke tahun pihaknya belum pernah menemukan adanya hewan qurban yang mengidap penyakit. Umumnya masyarakat lebih selektif dalam memilih hewan qurban terlebih ada ketentuan hewan yang bisa dijadikan qurban menurut ajaran Islam.

Wanita berjilbab ini mengutarakan sapi atau kambing yang sehat bisa dilihat secara fisik, yakni mulut tidak mengeluarkan air liur, kondisi badan proporsional dan mata tidak merah. Sementara harga sapi maupun kambing, menurut hasil pantauan Dinas Pertanian, masih stabil dikisaran Rp 10 jutaan (sapi) dan Rp 1,5 juta-Rp 2 juta (kambing) tergantung kondisi.

kha

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Sebut Pribumi, Anies Disemprit Sumarsono

Penyebutan “pribumi” dalam pidato Anies Baswedan dikritik Sumarsono. Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya resmi menduduki kursi DKI 1 setelah dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo Senin (16/10/2017). Namun, awal periodenya sudah diwarnai kontroversi. Pada malam harinya,…