Kamis, 4 November 2010 17:21 WIB Karanganyar Share :

Anggaran tipis, rehab gedung Dewan kandas

Karanganyar (Espos)–Kalangan anggota DPRD terpaksa gigit jari menyusul pelaksanan proyek pembangunan dan rehab gedung Dewan terpaksa kandas di tengah jalan.

Hal ini lantaran keterbatasan anggaran dalam APBD tahun 2011 mendatang. Wakil Ketua DPRD Karanganyar Juliatmono kepada Espos akhir pekan lalu mengatakan mestinya sesuai dengan rencana pembangunan dan rehab gedung DPRD akan dilaksanakan sejak dua tahun silam. Namun lantaran keterbatasan anggaran yang ada pelaksanaan pembangunannya terpaksa ditunda.

“Di APBD tahun 2011 tidak mungkin dianggarkan karena komposisi anggarannya saja sudah deficit sampai Rp 21 miliar. Ya terpaksa ngalah lagi,” ujarnya.

Menurut Juliatmono, perbaikan gedung DPRD sebenarnya mendesak untuk dilakukan. Apalagi selama ini gedung DPRD tidak memiliki gedung paripurna yang representatif. Tidak hanya itu secara arsitektural, dia menambahkan gedung DPRD tidak memiliki ciri khas. Ruangan masing-masing baik komisi maupun fraksi seperti gedung sekolah.

“Tapi karena keterbatasan anggaran, ya rencana untuk perbaikan nanti dulu lah. Yang terpenting bagaimana anggaran itu untuk memenuhi kepentingan masyarakat dulu,” tuturnya.

Juliatmono menjelaskan berdasarkan siteplan yang ada perbaikan gedung Dewan akan dilakukan secara bertahap. Di antaranya perbaikan gedung bagian pimpinan Dewan, ruangan fraksi atau komisi yang nantinya akan disediakan ruangan untuk sekretaris masing-masing fraksi ataupun komisi. “Siteplan-nya sudah jadi dari Dewan periode lama (tahun 1999 silam-red). Tapi ya itu lagi karena tidak ada anggaran belum bisa direalisasikan,” ujarnya.

Juliatmono mengatakan tahun 2011 nanti pelaksanaan kegiatan fisik nol alias tidak ada kegiatan. Dengan komposisi anggaran yang minim di mana dalam kebijakan umum anggararan (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) posisi APBD tahun 2011 diproyeksikan defisit Rp 21 miliar. Atas kondisi ini, dia mengatakan mau tidak mau kegiatan fisik berupa pembangunan hanya tinggal menunggu kucuran dana dari pemerintah pusat.

“Hampir 80% lebih porsi anggaran di APBD tahun 2011 untuk belanja pegawai atau gaji pegawai. Beban inilah yang membuat posisi anggaran defisit Rp 21 miliar lebih,” katanya.

Senada disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar Paryono yang menyatakan untuk tahun 2011 tidak ada kegiatan fisik. Hal ini dilakukan lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki. “Tidak mungkin untuk membangun, lah anggarannya saja defisit. Tahun ini untuk kegiatan fisik untungnya mendapat dana hibah APBN,” jelasnya.

isw

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…