Kamis, 4 November 2010 17:19 WIB Haji Share :

10 WNI tahanan Polisi Arab akan dideportasi

Mekah–10 WNI yang ditahan polisi Madinah, Arab Saudi, terancam dipulangkan ke tanah air alias dideportasi.

Sementara uang jemaah sekitar Rp 362 juta yang disita dari 10 WNI itu telah diserahkan kepada Panitia Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah.

Kepala Daker Madinah Subakin Abdul Muthalib menyatakan, pihaknya mengusulkan kepada Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan Konjen RI di Jeddah agar mendeportasi 10 WNI yang diduga melakukan penipuan terhadap jemaah asal Indonesia itu ke tanah air.

Kesepuluh WNI yang ditahan polisi Madinah itu adalah Karsomo, Saiful, Khudori Rehab, Agus Sutrisno, Martus Binti Zulaiha, Fauzi, Abdul Kadir, Umi Romli, Hisyam Muhammad Syamsudin dan Iwan.

“Saya usulkan ke Dubes dan Konjen, karena orang-orang ini meresahkan di sini sebaiknya dikembalikan saja ke tanah air,” kata Subakin kepada wartawan di Kantor Haji Indonesia Madinah, Kamis (4/11).

Subakin juga menjelaskan pihak pengamanan Daker Madinah telah berhasil meminta kembali uang sebesar  Rp 318, 550 juta dan 13.500 riyal yang disita polisi Madinah dari 10 WNI yang ditahan tersebut.

Uang tersebut selanjutnya akan dikembalikan kepada jemaah yang memilikinya.

“Ini prestasi yang besar. Kami berterimakasih kepada pengamanan melalui upaya yang gigih bisa menarik uang itu kembali,” kata Subakin.

Seperti dilansir, Surat Kabar Ukadh, Minggu (24/10), 10 WNI ditangkap polisi Madinah karena diduga melakukan penipuan dalam pengadaan hewan kurban, badal haji, uang dam dan menjual kain selubung Kabah palsu.

Data uang dam atau badal yang disita dari Karsomo Rp 7,5 juta, Saiful Rp 50,75 juta, Khudori Rehab Rp 22,5 juta, Agus Sutrisno dan Martus Binti Zulaiha Rp 36,6 juta, Fauzi Rp 6 juta, Abdul Kadir Rp 23,2 juta dan 13.500 riyal,  Umi Romli Rp 5 juta, Hisyam Muhammad Syamsudin Rp 161 juta dan Iwan Rp 6 juta.

Total uang yang berhasil Rp 318, 550 juta dan 13.500 riyal atau bila dirupiahkan totalnya sekitar Rp 362,3  juta.

Menurut Kepala Seksi Pengamanan Daker Madinah Letkol Kasmudi Ichsanuddin Salam, proses untuk meminta uang tersebut diserahkan pada Daker Madinah  memakan waktu 17 hari.

Tim yang terdiri 5 orang yakni Letkol Kasmudi, Kapten Inf Syafendi, Indra Fudholi, Fathurrrahman dan Mukimatjari secara intensif melakukan proses koordinasi dengan polisi Madinah dan Kementerian Haji Arab Saudi untuk menarik uang tersebut.

“Setelah ada keluar surat keterangan bahwa uang tersebut milik jemaah kita, baru uang itu diserahkan pada kita kemarin,” tambah Syafendi.

Sementara Subakin menduga ada jaringan dalam penipuan dam ataupun badal terhadap jemaah. Salah satu tersangka, Agus Sulistyo dan istrinya kini dimintai keterangan lebih lanjut di Daker Madinah.

Agus membantah telah melakukan penipuan. Menurutnya ia justru berniat membantu jemaah.

“Gimana ya? Saya tidak nyuri, jadi saya tidak merasa bersalah. Saya justru ingin membantu jemaah,” tutur Agus kepada wartawan.

Agus mengaku sudah 6 tahun melakukan pekerjaan pengumpulan dam dan menjadi badal haji. Pria Bugis yang tinggal di Mekah itu ditangkap polisi Arab saat menukar uang di money changer Madinah.

“Saya ke Madinah karena dipanggil Pak Muhajir, saudara saya,” imbuhnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…