Rabu, 3 November 2010 16:23 WIB News Share :

Terjadi krisis Merapi, radius berbahaya 10 km dipertimbangkan diperluas

Jogja-– Gunung Merapi terus mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel. Hal ini membuat kondisi Merapi yang saat ini berstatus awas masuk dalam kondisi krisis. Radius berbahaya yang semula 10 km dari puncak Merapi dipertimbangkan untuk diperluas.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, Rabu (3/11).

“Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) awas Merapi telah terjadi krisis Merapi. Sedang akan dipertimbangkan memperluas radius aman dari puncak Merapi lebih dari 10 km,”  kata Andi.

Andi menjelaskan, sejak pukul 11.04 WIB sampai saat ini telah terjadi 26 kali semburan awan panas. Durasi semburan rata-rata 2 menit dengan jarak luncuran maksimal 4 km.

“Sejak pukul 11:04, hingga kini belum berhenti. Beberapa semburan awan panas dengan lama sekitar 2 menit terekam secara susul menyusul,” ungkap Andi.

Sebelumnya, pasca kenaikan status Gunung Merapi dari siaga menjadi awas, tanggal 25 Oktober 2010 lalu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kegunungapian (BPPTK) PVMBG merekomendasikan kawasan di bawah puncak Merapi pada radius 10 kilometer dikosongkan.

Masyarakat yang ada di radius tersebut diharapkan diungsikan ke wilayah aman dari erupsi Merapi. Radius 10 km dari puncak Merapi yang harus dikosongkan itu meliputi wilayah yang berada di sisi kanan dan kiri alur sungai yang berhulu di Merapi, yaitu Kali Boyong, Kali Kuning, Kali Gendol, Kali Woro, Kali Bebeng, Kali Krasak dan Kali Bedog.

Presiden SBY pagi tadi mengunjungi pengungsi Merapi, salah satunya di Posko Purwobinangun, Sleman. Pos ini di kawasan aman karena terletak 14-15 km dari puncak Merapi.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…