Rabu, 3 November 2010 10:19 WIB News Share :

Rencana kunjungan BAKN DPR ke Belanda tak pakai uang negara

Jakarta–Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR-RI, Ahmad Muzani, menjelaskan rencana kunjungan pihaknya ke Belanda pertengahan November mendatang adalah atas undangan Parlemen Belanda. Karenanya, kunjungan itu juga tidak menggunakan APBN.

“Itu menggunakan dana dari mereka, parlemen mereka,” kata Ahmad Muzani saat dihubungi, Rabu (3/11). Muzani menjelaskan, rencana kunjungan itu saat ini juga terhambat karena sejumlah anggota tidak bisa ikut serta. Berdasarkan informasi sementara yang masuk, kata Muzani, lima dari sembilan orang tidak bisa ikut.

“Yang tidak bisa ikut saya, Pak Yahya Sacawiria (FPD), Edwin Kawilarang (FPG), Ismet Ahmad (FPAN) dan Fauzi Achmad (F-Hanura),” kata Sekjen Partai Gerindra ini.

Muzani mengatakan alasan anggota yang memutuskan tidak berangkat itu beragam. Namun, katanya, keputusan itu bukan karena reaksi dari kritik publik. Sebab, kunjungan BAKN bukanlah dibiayai oleh negara.

“Saya sendiri sejak awal sudah tidak memutuskan pergi, ada sesuatu keperluan yang tidak bisa saya tinggalkan,” kata Muzani.

Mengenai minimnya anggota yang berangkat, Muzani pun akan mengusulkan agar kunjungan kali ini diundur. Di samping itu, ia mendapat kabar bahwa parlemen Belanda juga sedang disibukkan dengan pergantian pemerintahan.

“Jangan-jangan anggota yang akan berangkat berkurang lagi. Nanti kita akan rapat lagi,” kata Muzani menambahkan pengunduran waktu kunjungan juga harus atas persetujuan parlemen Belanda.

Lebih jauh Muzani menjelaskan, pemenuhan undangan BAKN ke Belanda adalah untuk melihat kinerja Public Account Community (PAC) yang umurnya sama dengan usia RI. Sementara BAKN DPR-RI adalah alat kelengkapan DPR yang terbilang baru.

“Jadi PAC di sana cukup efektif melakukan telaah atas potensi kerugian negara,” kata anggota Komisi I DPR ini.

Sebelumnya diberitakan, dalam surat Setjen DPR-RI yang diterima detikcom, tertulis, anggota BAKN DPR akan bertolak ke Belanda pada 15-19 November mendatang.

Dalam lampiran surat juga tertera daftar nama delegasi BAKN DPR-RI. Jumlah anggota delegasi sembilan orang, ditambah seorang istri dari delegasi.

Sembilan anggota delegasi itu yakni, Ahmad Muzani (F-Gerindra), Yahya Sacawiria (FPD), Edwin Kawilarang (FPG), Eva Kusuma Sundari (FPDIP), Mohamad Sohibul Iman (FPKS), Ismet Ahmad (FPAN), Mustofa Assegaf (FPPP), Nur Yasin (FPKB), dan Fauzi Achmad (F-Hanura).

Sementara untuk pendamping tertera nama Nurjanatul Firdaus, istri Mustofa Assegaf. Enam orang sebagai sekretaris delegasi dari Setjen DPR-RI, tenaga ahli BAKN, dan pejabat Bappenas, Kemdagri dan BPK, juga turut serta.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…