Rabu, 3 November 2010 12:52 WIB Klaten Share :

Presiden minta pengungsi Merapi di Klaten bersabar

Klaten (Espos)--Warga yang mengungsi di pos pengungsian Merapi di Desa Dompol, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah diminta bersabar dalam menghadapi musibah.

Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berdialog dengan para pengungsi yang menempati pos pengungsian dan di Desa Dompol, Rabu (3/11).

Presiden SBY datang ke pos pengungsian Merapi di lapangan Desa Dompol sekitar pukul 10.45 WIB. Presiden didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Antara lain, Menteri PU Joko Kirmanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono,  Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Menpora Andi Malarangeng, Mendiknas M Nuh dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Kedatangan Presiden beserta rombongan disambut gembira oleh para pengungsi.

“Saya harap ibu-ibu dan bapak-bapak bisa bersabar dalam menghadapi musibah ini. Tinggal di pos pengungsian yang darurat,” jelas Presiden.

Tidak hanya itu, Presiden juga kembali mengingatkan ke warga agar tidak kembali ke atas atau ke rumah. Karena kondisi Gunung Merapi masih ‘awas’ dan masih terus bergolak.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengungsi juga meminta perhatian pemerintah atas nasib hewan ternak mereka. Warga berharap ada bantuan untuk penyediaan pakan ternak mereka.

asa

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…